Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Legenda Minangkabau yang Berawal dari Pertarungan Kerbau

Wilda Fajriah , Jurnalis-Minggu, 23 Agustus 2020 |09:27 WIB
Legenda Minangkabau yang Berawal dari Pertarungan Kerbau
Museum Adityawarman (Foto: Dewi/okezone)
A
A
A

Setiap nama yang diberikan pada suatu daerah tak lepas dari sejarah yang telah tertuai di tempat tersebut. Seperti daerah yang berada di Sumatera Barat, Minangkabau yang tentunya menyimpan sejarah tersendiri.

Mengutip buku 88 Cerita Terbaik Asal-Usul Nama Daerah karya Marina Asril Reza, terdapat sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Pagaruyung. Raja Pagaruyung merupakan sosok pemimpin yang arif dan adil.

Suatu hari, terdengar kabar bahwa kerajaan Majapahit akan melakukan invasi ke Kerajaan Pagaruyung. Pasukan kerajaan Majapahit mulai berdatangan dan berdiam di daerah perbatasan untuk mengatur strategi merebut kerajaan yang aman dan tenteram itu.

Mendengar kabar tersebut, Raja Pagaruyung pun mengumpulkan para hulubalang dan panglima perang untuk berunding. Pada pertemuan tersebut, Raja bermaksud untuk menghadapi pasukan Majapahit yang akan datang.

 Bandara Minangkabau

Baca juga: Potret Luna Maya Pakai Dress Koo Moon Young, Outfit Nyaris Rp100 Juta!

Namun, penasihat raja mengatakan bahwa mereka tidak dapat melakukan penyerangan yang akan menimbulkan kesengsaraan rakyat. Bagaimana pun, peperangan akan merugikan rakyatnya sendiri.

Ia juga meminta agar raja melakukan perundingan terhadap pasukan Majapahit untuk meninggalkan wilayah mereka. Jika dengan berunding tidak dapat menyelesaikan masalah, maka sang penasihat meminta untuk adu kerbau saja.

Raja setuju dengan pendapat panglima perang. Lalu mereka mulai menyusun rencana. Raja memerintahkan putrinya, Datuk Tantejo Gerhano, untuk pergi ke perbatasan. Datuk adalah seorang gadis yang mempunyai tata krama yang tinggi serta berhati lembut. Sebelum pergi, ia mendandani gadis-gadis dan dayang-dayang yang akan menemaninya.

Pasukan Kerajaan Majapahit pun merasa senang sekaligus heran. Mereka mengira akan disambut oleh pasukan Kerajaan Pagaruyung, ternyata justru disambut oleh gadis-gadis cantik yang ramah serta disuguhi makanan enak.

Setelah menemui raja, akhirnya mereka setuju bahwa peperangan akan diganti dengan adu kerbau. Mereka pun menyiapkan seekor kerbau yang besar dan kuat untuk diadu dengan kerbau milik Kerajaan Pagaruyung.

Kerajaan Pagaruyung justru memilih seekor anak kerbau yang masih menyusu dengan ibunya. Anak kerbau itu dipisahkan dari induknya selama tiga hari sehingga anak kerbau itu tidak bisa menyusu dengan induknya dan menjadi haus. Lalu, di mulut anak kerbau tersebut dipasang sebuah besi yang berbentukk kerucut dan sangat runcing.

Hari yang ditentukan pun tiba. Kerbau-kerbau aduan dibawa ke gelanggang. Kerajaan Majapahit memiliki kerbau aduan yang besar dan kuat.

Kerbau aduan Kerajaan Majapahit terlihat beringas menyerang lawanya, si kerbau kecil. Sementara itu, anak kerbau milik Kerajaan Pagaruyung segera mengejar kerbau besar itu untuk menyusu. Ia mengira bahwa kerbau besar itu adalah ibunya.

Museum Adityawarman 

Moncong kecilnya berusaha menggapai perut kerbau lawannya, sehingga perut kerbau Kerajaan Majapahit terluka. Karena luka yang semakin banyak, kerbau Kerajaan Majapahit pun tersungkur dan mati.

Rakyat pun bersorak sembari meneriakkan kata "Manang kabau!". Pasukan Kerajaan Majapahit pun diizinkan untuk kembali ke kerajaannya dengan damai tanpa peperangan.

Sementara itu, berita kemenangan kerbau Kerajaan Pagaruyung menjadi buah bibir di seluruh negeri. Manang kabau adalah bahasa penduduk setempat yang berarti menang kerbau. Akhirnya, daerah tersebut dikenal dengan sebutan Manang Kabau yang lama-kelamaan menjadi Minangkabau.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement