DI beberapa negara, beras menjadi makanan pokok, terutama di Asia. Ada banyak macam beras yang sering dikonsumis, termasuk beras merah yang diolah menjadi nasi merah.
Nah, nasi merah sering dikonsumsi untuk orang-orang yang diet. Karena nasi merah ini diolah dari beras merah, yang tergolong beras gandum kaya nutrisi daripada nasi putih.
Sebelum diolah menjadi nasi merah, beras merah hanya mengalami pengelupasan lapisan paling luar dan tidak melalu proses penggilingan. Lapisan inilah yang mengandung banyak vitamin, kalsium, seng, zat besih, mineral, selenium, serat dan nutrisi penting lainnya.
Berbeda dengan beras putih, yang melalui proses penggilingan yang panjang, mengakibatkan hilangnya nutrisi. Berikut ini Okezone sudah merangkum 5 manfaat makan nasi merah untuk kesehatan yang dilansir dari Boldsky, yaitu:
Baca Juga: 5 Makanan Ini Bisa Bantu Cegah Depresi Lho, Simak Yuk!
Membantu menurunkan berat badan

Banyak orang yang berjuang untuk menurunkan berat badannya dengan cara diet. Jika dalam masa diet, maka biasanya mereka akan memilih untuk mengganti nasi putih menjadi nasih merah.
Karena nasi merah mengandung banyak serat. Konsumsi serat makanan membantu menjaga perut tetap kenyang untuk waktu yang lama dan mencegah mengidam makanan yang tidak diinginkan. Ini membantu dalam menurunkan berat badan karena serat sebagai penekan nafsu makan alami. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang makan lebih banyak biji-bijian memiliki berat lebih sedikit dibandingkan dengan wanita yang makan lebih sedikit biji-bijian.
Meningkatkan kesehatan jantung
Beras merah kaya akan serat dan senyawa tanaman yang disebut lignan yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan menurunkan risiko penyakit jantung. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi biji-bijian utuh seperti beras merah meningkatkan fungsi kardiovaskular dan metabolisme. Juga, penelitian lain menunjukkan bahwa makan biji-bijian dapat mengurangi risiko penyakit jantung.
Mengontrol diabetes

Beras merah adalah makanan indeks glikemik rendah (GI), yang dapat membantu mencegah risiko diabetes tipe 2. Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat atau lambat makanan diserap dan seberapa banyak mereka meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.
Makanan GI tinggi cepat dicerna dan diserap, menyebabkan kenaikan gula darah dan makanan GI rendah diserap perlahan dan tidak akan meningkatkan kadar gula darah Anda. Sebuah studi membandingkan efek penurun glukosa darah dari beras merah dan beras giling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras merah memiliki jumlah tinggi serat makanan, asam fitat, polifenol dan minyak yang membuatnya bermanfaat bagi pasien diabetes daripada beras giling.
Meningkatkan kesehatan pencernaan

Kandungan serat dalam beras merah membantu dalam mengatur pergerakan usus. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Food Science menunjukkan efek beras merah dan nasi putih selama pencernaan. Penelitian menunjukkan bahwa lapisan dedak pada beras merah meningkatkan pencernaan dan membantu pergerakan usus yang baik.
Memperkuat kekebalan tubuh
Beras merah kaya akan vitamin esensial, mineral dan senyawa fenolik yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda dan meningkatkan kemampuannya untuk melawan infeksi.
(Dewi Kurniasari)