Imej Yuri selama ini memang identik dengan kemeja batik. Seperti peribahasa 'bagaikan sayur tanpa garam', rasanya ada yang kurang bila melihat Yuri menghadiri konferensi pers tanpa mengenakan salah satu kekayaan wastra Indonesia itu.
Perlu diketahui pula, motif batik yang dikenakan Yuri beberapa kali juga sempat viral di media sosial. Seperti saat dia mengenakan batik bermotif mirip virus corona saat memberikan keterangan pada Sabtu, 17 April 2020 lalu.
Bila dilihat sekilas, motif batik yang dikenakan Yuri memang menyerupai simbol virus corona. Pada batik tersebut juga pita berwarna merah putih.
Foto outfit Yuri pun sontak mendadak viral di media sosial. Terlebih setelah foto itu dibagikan ulang oleh seorang akademisi asing bernama Henrik Paulsson.
Dalam keterangan foto yang dibagikannya, Henrik tampak terkejut melihat motif batik yang dipakai sang juru bicara mirip seperti simbol virus corona.
Unggahan tersebut langsung mendapatkan berbagai respons dari berbagai netizen di seluruh dunia. Sebagian di antara mereka merasa tak percaya melihat pemilihan batik yang dikenakan Yuri.
Tak sedikit pula yang berasumsi bahwa Yuri sebetulnya ingin mendukung UMKM dalam negeri yang ikut terkena imbas pandemi Covid-19.

Namun perdebatan ini berhasil dihentikan oleh seorang netizen dengan akun @angga_dm. Angga mengklarifikasi bahwa batik yang dikenakan Yuri merupakan batik resmi pemerintah Indonesia untuk memperingati Hari AIDS Nasional, beberapa tahun lalu.
"Ini adalah HIV Batik. Batik resmi untuk Hari AIDS Nasional beberapa tahun lalu," tulisnya.