Kementerian Pariwisata dan Ekonomi (Kemenparekraf) mengajak musisi untuk terus berkarya dan meningkatkan kreativitas di era new normal. Plt Deputi bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Frans Teguh dalam virtual talkshow 'Orkesmu' alias Obrolan Kreatif Seputar Musik bertajuk Tetap Asik Bermusik dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru mengatakan, kreativitas dan inovasi adalah kekuatan dari sumber daya manusia.
Frans menjelaskan, mengasah inovasi dan kreativitas pekerja seni, dalam hal ini musisi, selalu menjadi prioritas Kemenparekraf dalam upaya pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia ekonomi kreatif.

“Kita punya visi menghadirkan orang-orang kreatif dan hebat yang memberikan kontribusi dalam kegiatan pengembangan budaya terutama dalam kerja kreatif,” katanya kemarin.
Oleh karena itu, lanjut Frans, Kemenparekraf terus berupaya mendukung para pekerja seni untuk terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas. Salah satunya, dengan pelaksanaan pertunjukan musik virtual di masa pandemi Covid-19.
“Virtual itu pasti sesuatu yang sangat penting, tapi mengasah rasa ini membutuhkan kerja-kerja yang prima dari semua stakeholder,” ujar Frans.
Baca juga: Rela Antre 5 Jam demi Bakso Lobster Viral, Dave Taslim: Saking Ramainya Pernah Digerebek Satpol PP
Ia menuturkan, pihaknya juga mempersiapkan protokol kesehatan yang mengedepankan prinsip CHSE (Cleanliness, Health, and Safety Environment) sehingga para promotor acara musik, musisi, dan penikmat musik dapat menikmati konser di tempat terbuka dengan tetap menjaga diri agar tidak terjangkit Covid-19.
Diskusi ini menghadirkan narasumber dari kalangan musisi dan promotor musik. Mereka adalah Gitaris Band Gigi, Dewa Budjana; composer Tya Subiakto; jurnalis musik senior sekaligus pendiri koran Slank, Buddy Ace; serta CEO Deteksi Production, Harry Koko dan Toar RE Mangaribi selaku moderator.
Buddy Ace menilai dalam rangka mengembangkan kreativitas dalam berkarya, seorang musisi harus menonjolkan identitas kulturalnya yang dapat membedakannya dengan musisi lain.
“Kalau kita mau bersaing dengan Korea, kita harus memperkuat identitas akar kultural, itulah makna yang berkembang menjadi brand,” ungkap Buddy.
Sementara, Tya Subiakto mengajak para musisi untuk senantiasa berinovasi dan tidak kaku dalam berkarya. Tak hanya itu, Tya juga mengajak para musisi untuk mengubah cara pandang terhadap pandemi Covid-19 dari sebuah bencana menjadi suatu kesempatan.
“Kita harus menyikapi bencana sebagai kesempatan. Semoga kita semua bisa survive dan bangkit dan menghadapinya dengan apa yang ada di kita. Ayo kita asah skill kita, ayo kita manfaatkan dan mencari rezeki di bidang kita yaitu kreatif,” ungkap Tya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.