“Sujud syukur ini bisa terlihat dari upacara persembahan suci yang tulus ikhlas kepada para dewa-dewa atas nikmat panen yang telah diberikan. Sebanyak 15 ritual dilakukaan masyarakat Bali dari mulai menanam hingga menuai hasil panen,” kata Catrini.
Begitupun hubungan manusia dengan sesama manusia (Parahyangan). Masyarakat berkumpul, berorganisasi sehingga terbentuk sebuah alur demokrasi untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan yang akan bermuara kepada hubungan dengan lingkungan (Palemahan) untuk saling membantu demi menjaga, merawat, serta melestarikan lingkungan.
“Sangat jarang di Bali kita melihat sawah itu kotor, tidak ada sampah di saluran airnya. Karena itu semua menjadi tanggung jawab bersama dari anggota Subak. Biasanya ada denda tersendiri jika saluran air terdapat sampah dan kepala Subak punya hak untuk menertibkan hal tersebut,” ujar Catrini.
Catrini juga menambahkan daya guna wisata yang dimaksud ialah bagaimana sebuah destinasi wisata yang disebut permaculture. Kerja sama antara kegiatan pertanian dan pariwisata, di mana wisatawan diberikan kesempatan untuk melihat, merasakan, dan memiliki pengalaman langsung melakukan kegiatan pertanian bersama petani.
Untuk menceritakan nilai-nilai yang terkandung di balik Subak dibutuhkan sebuah media yang dapat menggambarkan keindahan serta keunggulannya, seperti melalui penceritaan visual.
Content Writer Astrid Savitri, menjelaskan penceritaan visual adalah sebuah kisah yang diceritakan melalui media visual, seperti foto, video, simbol, warna, ataupun ilustrasi. Penceritaan visual sangat penting bagi manusia.
“Karena 90% otak manusia menerima informasi dalam bentuk visual," ujar Astrid.
Melalui informasi visual, seseorang akan lebih mudah dan lebih cepat untuk memahami sebuah informasi serta membuat informasi lebih menarik.
Pada pembahasan Webinar kali ini fokus utamanya ialah menceritakan kisah melalui media visual yang berupa video. Video storytelling merupakan teknik bercerita menggunakan format video yang menarik. Biasanya digunakan untuk menceritakan sebuah brand, destinasi wisata, atau produk wisata.
“Dengan video storytelling kita dapat memperkenalkan destinasi dan produk wisata dengan menceritakan nilai yang terkandung di dalamnya. Membuat kisah yang dapat menyentuh hati, menyulut hubungan emosional, dan menghadirkan solusi bagi wisatawan yang menyaksikan video tersebut,” kata Astrid.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.