PENYAKIT stroke masih menjadi ancaman bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Bila terlambat ditangi, tentu cepat memicu kematian.
Makanya, penanganan stroke tetap harus dijalankan sesuai prosedur medis yang sudah ada. Walau di tengah pandemi Covid-19, pasien tetap harus patuh pengobatan, terutama dalam kondisi darurat.
Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013. Antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi.

Baca Juga: WHO Akhirnya Akui Virus Corona Menyebar Lewat Udara
Untuk prevalensi stroke naik dari 7 permil menjadi 10,9 permil. Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan dengan pola hidup, antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik, serta konsumsi buah dan sayur.
Spesialis Saraf Dr Sukono Djojoatmodjo dari RS Premier Jatinegara menjelaskan, penanganan stroke di rumah sakit harus mengutamakan kecepatan dan ketepatan. Sehingga hasil yang didapat pasien pasca dilakukan terapi pengobatan pun dapat diperoleh secara maksimal
"Sehingga dapat meningkatkan harapan dan kualitas hidup pasien pasca serangan stroke," kata dia lewat keterangan resminya.