Bukan tanpa alasan bila 3 Gili di Nusa Tenggara Barat dijuluki sebagai turtles capital of the world. Penyu memang sering terlihat berenang disekitar pulau-pulau tersebut.
Agar populasinya tetap terjaga, warga setempat membantu menangkarkan dan melindungi telur dan anak penyu sebelum kembali dilepas ke lautan. Wisatawan pun bisa ikut mengunjungi turtle sanctuary sambil berdonasi.
Saat liburan ke Gili Meno, salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi adalah pusat penangkaran dan penetasan telur penyu. Tak cuma menarik, kegiatan ini juga sekaligus sebagai sarana edukasi bagi turis dewasa dan anak-anak akan pentingnya melestarikan populasi penyu.

Di pusat penangkaran penyu, telur penyu dirawat hingga menetas. Setelah menetas, anak penyu ditempatkan ke dalam kolam berukuran 1x1 meter. Ada 4 kolam penyu dimana masing-masing berisi belasan anak penyu. Anak penyu dirawat selama 9-12 bulan hingga tiba waktunya dilepas ke laut.