Fenomena sepeda di tengah pandemi tak bisa dipungkiri menjangkit banyak orang. Tidak hanya di Jakarta, tapi di beberapa wilayah lain pun nge-gowes menyebar dengan masifnya.
Jangan heran makanya kalau sekarang ini kalau banyak orang mengayuh sepeda, tidak hanya pagi atau sore, tapi juga malam hari. Hobi ngegowes ini benar-benar menyebar virusnya ke banyak orang, bukan cuma virus corona yang masih terus menyebar.
Nah, Okezone coba mewawancarai dua orang yang mulai rutin ngegowes, yang satu baru mulai karena pandemi sedangkan yang satu lagi memang sudah aktif sejak enam tahun belakangan.
Kami coba menanyakan apa motivasi mereka dan penasaran dengan jawabannya?

Seorang pesepeda, Iman mengatakan, dia mulai ngegowes karena pandemi Covid-19 yang mengharuskan dia berdiam diri di rumah aja. Kondisi tersebut tak menyenangkan buat dirinya. Oleh karena itu dia memutuskan untuk ngegowes.
"Awalnya si karena WFH selama 3 bulan ini, di rumah terus, enggak kemana-mana. Padahal, biasanya kan kerja, banyak jalan kaki atau main futsal badan ada geraknya. Nah, selama WFH enggak ada sama sekali aktivitas fisik," terangnya saat diwawancarai belum lama ini.
Menyadari kalau dirinya kurang melakukan aktivitas fisik, Iman pun berpikiran untuk gowes dengan harapan tetap berolahraga tapi juga dapat hiburan karena bisa keluar rumah.
"Ya, daripada diam terus di rumah, akhirnya beli sepeda. Motivasinya sih itu, biar ada aktivitas fisik aja karena selama berbulan-bulan di rumah doang," ungkapnya.
Berbeda dengan Iman, Sandi sudah doyan gowes sekitar enam tahun lalu. Jadi, pria satu ini bukan termasuk orang yang baru mulai gowes efek pandemi Covid-19.
"Jadi, pertama gowes itu sejak 2014, tapi rutinnya banget itu hampir setahun setengah ke belakang. Gowes ini sudah jadi rutinitas setiap hari, saya bike to work," terangnya pada Okezone, Jumat (26/6/2020).
Terkait dengan motivasi, Sandi menjelaskan kalau dirinya gowes dengan maksud mengurangi bobot tubuh. Karena itu dia membiasakan bike to work setahun setengah belakangan ini.
"Saya tinggal di Depok dan kerja di area Blok M. Jaraknya lumayan dan itu yang bikin saya semangat gowes," kata Sandi.
Ia menambahkan, karena niatnya ngurangin bobot tubuh, tidak bisa hanya mengandalkan gowes aja. Alhasil, Sandi juga mulai disiplin membatasi asupan makanan per harinya.
"Dengan menjalani pola hidup sehat plus ngegowes, saya ngerasa jarang sakit dan badan seger terus. Kalau ditanya berapa turunnya, 21 kg dari 78 kg sekarang 57 kg," ungkapnya.
Baca juga: Gowes Sepeda Mendadak Populer, Pesepeda: Makin Banyak Orang Sadar Berolahraga
"Gowes itu, kita dapet olahraganya, dapet sehatnya, dapet juga bahagianya, karena kalau gowes bikin saya enggak stress," tambah Sandi.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.