SELAIN dihadapkan dengan pandemi virus corona Covid-19, Indonesia juga harus berjuang mencegah kebakaran hutan. Bahkan masih banyak orang yang tidak bertanggung jawab membakar hutan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono mengatakan, polisi sudah menetapkan 69 tersangka pembakaran hutan. Seluruh tersangka yang diamankan terkait dengan kasus kebakaran hutan atau Karhutla periode 1 januari – 21 juni 2020.
Awi mengatakan, polilis menerima 64 laporan, dengan rincian 63 kasus pelaku perorangan dan satu kasus pelaku korporasi.
Tentunya aksi pembakaran hutan ini memiliki dampak yang besar bagi kesehatan masyarakat.
Merangkum dari situs resmi Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, Kamis (25/6/2020), berikut bahaya menghirup asap kebakaran hutan bagi manusia. Simak yuk!

1. Setiap orang yang terpapar asap kebakaran hutan akan mengalami mata perih dan terbakar, hidung meler, batuk berdahak dan gejala seperti kesulitan bernapas.
2. Jika Anda memiliki penyakit jantung atau paru-paru, maka asap kebakaran hutan dapat memperparah gejala.
3. Penderita penyakit jantung mungkin akan mengalami nyeri dada, jantung berdebar, sesak napas dan kelelahan.
4. Orang dengan penyakit paru-paru kemungkinan besar tidak dapat bernapas sedalam atau sekuat biasanya. Mereka juga mungkin akan mengalami gejala seperti batuk, berdahak, rasa tidak nyaman pada bagian dada, dan kesulitan dalam bernapas.
Selain itu, Anda juga harus waspada terhadap beberapa golongan orang yang berisiko ketika terpapar asap kebakaran hutan. Beberapa orang yang memiliki risiko tinggi adalah:
1. Seseorang dengan penyakit jantung atau paru-paru seperti gagal jantung, angina, penyakit jantung iskemik, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), emfisema atau asma.
2. Orang dewasa yang lebih tua yang lebih berpotensi memiliki penyakit jantung atau paru-paru.
3. Anak-anak termasuk remaja. Sistem pernapasan mereka masih berkembang, dan mereka cenderung lebih banyak menghirup polusi daripada orang dewasa karena lebih aktif melakukan aktivitas di luar ruangan dan cenderung memiliki asma.
4.Seseorang yang mengalami diabetes yang cenderung memiliki penyakit kardiovaskular.
5. Wanita hamil yang rentan memiliki efek kesehatan potensial bagi janin yang sedang berkembang.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.