RAPID test telah dilakukan secara masif untuk mendeteksi pasien Covid-19. Siapapun kini dapat mengikuti rapid test, terlebih bila ada gejala penyakit yang dicurigai Covid-19.
Bahkan gelaran rapid test gratis dilakukan di banyak tempat. Namun tak semua orang tahu dengan hasil akurasinya.

Dari hasil rapid test, akan ditemukan non reaktif (negatif) dan reaktif (positif). Namun saat Anda mendapati hasil rapid test reaktif, apa yang harus dilakukan?
Ternyata dilansir Okezone dari Instagtam @kemenkes_ri, tak semua hasil rapid test reaktif itu membuat seseorang langsung positif Covid-19.
Seseorang dengan hasil rapid test reaktif harus mengikuti test lanjutan yang disebut PCR. Ada alasan yang mendasari bahwa ketika hasil rapid test reaktif harus dilanjutkan pada pemeriksaan PCR/TCM?
PCR dan TCM adalah dua metode tes yang basisnya adalah antigen, memeriksa virusnya secara langsung. Melalui kedua tes ini ditentukan apakah kasus positif atau negatif Covid-19
PCR adalah metode pengetesan melalui laboratorium monokuler untuk mengidentifikasi DNA dan RNA. Alur pengambilan spesimen untuk Covid-19 dilakukan di RS Rujukan kepada pasien, lalu dikirim ke laboratorium spesimen tersebut .
Spesimen yang diambil adalah nasofaring, bronchoalveolar lavage, tracheal aspirate, sputum dan serum. Dengan kata lain mengambil swab di tenggorokan, hidung dan lidah.
Setelah mengikuti swab test, beberapa hari kemudian hasilnya akan keluar. Di situlah hasil akurasi positif atau negatif Covid-19 ditentukan. Harap diingat ya!
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.