Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menyedihkan, Takut dengan Stigma Negatif Janda Bikin Perempuan Bertahan di Pernikahan KDRT

     Menyedihkan, Takut dengan Stigma Negatif Janda Bikin Perempuan Bertahan di Pernikahan KDRT
Istri mengalami KDRT (Foto: Istock)
A
A
A

Unggah Fauzi Baadila di media sosial yang menaruh kata 'janda' sebagai kata teratas yang mengganggu hidupnya menyakiti para perempuan yang tergabung dalam sebuah komunitas seperti Save Janda. Mereka menilai Fauzi mendiskreditkan perempuan yang sudah berstatus janda sebagai perempuan penggoda.

Akibat takut stigma negatif janda, banyak perempuan yang terpaksa bertahan dalam pernikahan yang penuh Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Fakta ini sungguh menyedihkan dan menyakitkan. Namun sayang publik figur terkadang tak paham situasi dan kondisi seperti itu.

 korban KDRT

Politisi pemerhati isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Firliana Purwanti mengatakan, korban KDRT, 70%-nya memilih kembali ke pernikahan toksik mereka. Mereka memilih kembali berada di lingkaran setan tersebut dengan alasan ekonomi, anak, termasuk karena takut diberi label baru yaitu janda.

"Banyak janda yang akhirnya memilih disebut orangtua tunggal atau menyembunyikan status barunya, karena takut dipandang oleh masyarakat luas secara negatif," katanya.

"Sebenarnya sangatlah salah pandangan yang menganggap bahwa janda cerai kurang terhormat daripada janda yang ditinggal meninggal oleh suami. Justru para janda cerai harus memberikan apresiasi kepada diri sendiri karena berhasil dan berani keluar dari pernikahan toxic atau pernikahan penuh kekerasan dan menyakitkan," terang Firliana.

Seperti dilansir dari Sindo News, faktanya ada banyak janda yang sukses meniti karier sebut saja Maia Estyanti yang pernah menjadi janda namun karirnya makin berkibar. Bahkan dia kini mendapatkan suami yang jauh lebih sayang dan cinta kepadanya, hidupnya lebih bahagia.

Baca juga: Aturan Physical Distancing di Dalam Kereta Api, Traveler Wajib Tahu!

Sejatinya perempuan tak perlu takut meninggalkan pernikahan yang penuh dengan kekerasan. Sebab setiap perempuan berhak memilih hidup yang lebih baik untuk kesehatan mental dan jiwanya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement