Seorang wanita asal Inggris, Charli Lello melakukan eksperimen dengan setengah karton telur bebek selama pandemi virus corona Covid-19. Ia mengerami telur tersebut hingga menetas menjadi anak-anak bebek yang lucu.
Mantan manajer ritel berusia 29 tahun yang merasa bosan selama pandemi memutuskan untuk memelihara sendiri hewan peliharaannya. Ia berhasil menetaskan tiga bebek bernama Beep, Peep dan Meep.
“Saya mendapat ide dari video yang muncul di Facebook saya tentang seseorang yang menetaskan telur puyuh,” terang Lello, sebagaimana dilansir dari NY Post, Rabu (17/6/2020).
Kala itu Lello berangkat menuju Waitrose, yang merupakan jaringan supermarket yang berbasis di Inggris. Ia memutuskan untuk mengambil telur puyuh dan bebek. Sang ibu sempat berbicara tentang memihara beberapa ekor bebek setelah masa lockdown.

Sebelumnya Lello sudah memelihara ayam. Namun ia tidak berharap aksi yang ia lakukan itu dapat berhasil. Dalam kasus telur puyuh, Lello memang gagal menetaskannya.
“Tidak ada telur puyuh yang berkembang. Tetapi setelah 6 hari di inkubator saya memeriksa telur bebek dan bisa melihat pembuluh darah dan embrio yang sangat kecil,” lanjutnya.
Lalu, sedikit kegembiraan muncul. Dengan bantuan teman-temannya yang membantu membuatnya tetap tenang, Lello menunggu di bawah inkubatornya.
"Saya menghabiskan dua hari penuh bahwa Beep menetas menempel ke inkubator saya. Ia adalah anak bebek yang sendirian selama dua hari, jadi saya membuat sling kecil dari topi beanie dan membawanya berkeliling sampai Peep menetas. Meep bergabung seminggu kemudian,” lanjutnya.
Baca Juga : Selamat Ya! Kini Papua Bebas KLB Polio
Seorang juru bicara Waitrose mengatakan bahwa sangat jarang menemukan telur yang dibuahi di rak-rak toko mereka. Supermarket menjelaskan bahwa sangat sulit untuk mengidentifikasi jenis kelamin bebek bertelur, atau berbulu putih.
Mereka menambahkan bahwa telur yang dibuahi "sepenuhnya tidak bisa dibedakan dari telur normal" di piring sarapan. Produser telur itik, Clarence Court, juga mengatakan bahwa telur bebek memiliki peluang yang sangat kecil untuk ditetaskan.
(Helmi Ade Saputra)