Seperti dilansir Sindo News, perilaku yang mengarah pada pikiran negatif seperti memikirkan masa lalu atau khawatir akan masa depan diukur terhadap lebih dari 350 orang di atas usia 55 tahun selama periode dua tahun.
Sekitar sepertiga dari ratusan orang tersebut juga menjalani pemindaian otak PET (positron emission tomography) untuk mengukur endapan protein di dalam otak -bernama tau dan beta amiloid- yang diketahui bisa menyebabkan penyakit alzheimer.
Pemindaian menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk berpikir negatif memiliki lebih banyak penumpukan tau dan beta amiloid, memori yang lebih buruk, serta penurunan fungsi otak yang lebih besar selama periode empat tahun dibandingkan dengan mereka yang bukan termasuk kalangan orang pesimistis.
Mengutip laman CNN, disebutkan bahwa studi tersebut juga menguji tingkat kecemasan dan depresi serta menemukan penurunan kognitif yang lebih besar pada orang yang depresi ataupun cemas. Tetapi, deposit protein tau dan amiloid tidak meningkat pada orang yang sudah tertekan dan cemas.
Para peneliti terkemuka mencurigai kalau berpikir negatif berulang kali menjadi alasan utama mengapa depresi dan kecemasan berkontribusi pada penyakit alzheimer.