Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

New Normal, Pemerintah Lebih Fokus Bidik Wisatawan Domestik

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Senin, 15 Juni 2020 |17:54 WIB
New Normal, Pemerintah Lebih Fokus Bidik Wisatawan Domestik
Mencari wisatawan domestik (Foto: Pixabay)
A
A
A

Pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak oleh pandemi virus corona atau Covid-19. Apabila dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun sebelumnya yang menyentuh angka 15 juta kunjungan, tahun ini jumlahnya dillaporkan menurun drastis.

Memang, bukan Indonesia saja yang mengalami hal tersebut. Seluruh negara di dunia juga mengalami penurunan jumlah wisatawan yang cukup signifikan. Bahkan bisa dibilang industri pariwisata dunia sempat mati suri akibat pandemi Covid-19.

Nah, memasuki era new normal, Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Kemaritiman dan Investasi tengah berupaya membangkitkan kembali industri pariwisata domestik.

wisatawan domestik

Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Odo R.M. Manuhutu.

Odo mengatakan, pihaknya saat ini tengah bersinergi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas destinasi wisata dalam negeri.

Baca juga: Tak Perlu Khawatir Adakan Resepsi Pernikahan, Asal Terapkan Protokol Kesehatan Ini

Tujuannya tidak lain demi menggaet minat wisatawan Nusantara alias domestik yang diklaim akan menjadi penopang utama di era new normal ini.

"Kita lihat gambarang jelasnya di dunia. Pada umumnya beberapa negara yang jadi rujukan seperti Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris mengalami sebuah tren 70 persen lebih sumbangan pariwisata ke PDB megara dari turis domestik," ungkap Odo belum lama ini.

Tak hanya ketiga negara itu, kontribusi wisatawan domestik juga sangat besar di negara-negara seperti Brasil dan India. Bahkan, sumbangan devisanya mencapai lebih dari 90% dibanding wisatawan mancanegara. Artinya turis domestik menjadi penopang utama industri pariwisata mereka.

Sementara negara di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand dan Singapura mengalami ketergantungan terhadap wisatawan mancanegara dengan persentasi lebih dari 70%.

"Indonesia itu di tengah-tengah. Persentasenya 55% domestik dan 45% wisman. Nah, pada pembahasan Ratas 28 Mei lalu, Pak Luhut bilang perlu ada upaya menigkatkan kontribusi wisatawan domestik jadi 70%," ungkap Odo.

"Jadi nantinya kita akan meluncurkan program untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata domestik. Ini menyangkut SDM-nya hingga atraksinya. Kami ambil contoh beberapa negara seperti Eiffel Tower. Mereka enggak perlu promosi karena orang-orang udah tahu destinasi ini," tandasnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement