Pelaku UMKM yang ingin mengakses dapat mengajukan proposal dan mengunggah persyaratan yang dibutuhkan lewat website yang tengah disiapkan.
"Kami mengundang pemda melalui dinas pariwisata untuk dapat menyosialisasikan program ini kepada UKM-UKM binaan di daerah ataupun anak-anak muda yang aktif menggerakkan startup di daerah masing-masing," tambahnya.
Sementara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, UMKM memiliki peran yang sangat besar. Yakni 80 persen ekonomi nasional ditopang dari dalam negeri yang diantaranya adalah kontribusi para pelaku UMKM.

UMKM juga menyerap lebih dari 96 persen total tenaga kerja, lebih dari 115 juta jumlahnya. "Ini angka yang sangat besar dan potensinya banyak sekali," kata Luhut.
Untuk itu penting bagi UMKM untuk terus mengembangkan kapasitas dengan memanfaatkan berbagai program yang digulirkan baik program dari pemerintah maupun swasta. Termasuk dalam pengembangan digital.
"Di tengah pandemi Covid-19, terjadi penurunan penjualan produk UMKM utamanya untuk kategori produk nonesensial, seperti pakaian dan elektronik. Penjualan online kini menjadi solusi karena mampu bertahan bahkan cenderung mengalami peningkatan dalam jumlah penjualan sekitar 30 persen," ujar Luhut.
Presiden Joko Widodo bahkan telah meluncurkan Gerakan Nasional #BanggaBuatanIndonesia untuk mendorong transformasi dari UMKM offline ke online dengan target 2 juta UMKM tambahan yang bergabung ke platform e-commerce.
"Data terakhir sudah lebih dari 300 ribu UMKM bertransformasi ke online dan ditargetkan mencapai angka 2 juta di akhir tahun 2020," tandasnya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.