Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aktivis Sebut Gajah Tewas Akibat Makan Buah Berpeledak Sering Terjadi

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Senin, 08 Juni 2020 |15:39 WIB
 Aktivis Sebut Gajah Tewas Akibat Makan Buah Berpeledak Sering Terjadi
Gajah makan buah berpeledak (Foto: Gulf Today)
A
A
A

Insiden kematian seekor gajah di Kerala akibat makan nanas berpeledak beberapa waktu lalu memicu protes keras dari seluruh negeri, bahkan luar negeri. Banyak aktivis satwa liar yang menyebut kejadian ini bukan yang pertama kalinya terjadi di wilayah tersebut.

Sebelumnya seekor gajah betina lainnya terbunuh di Kollam, Kerala Selatan pada April 2020 setelah memakan semangka yang diisi dinamit. Sementara dua tahun yang lalu, seekor gajah juga terbunuh di Idukki setelah menelan bahan peledak berlapis jiggery (gula tebu).

 gajah

Mereka mengatakan dalam kasus-kasus seperti itu, sangat sulit bagi seseorang untuk menentukan pelakunya. Pasalnya hewan-hewan ini menempuh 100-200 kilometer sehari untuk mencari makanan dan air.

Sebagaimana dilansir dari Hindustan Times, Senin (8/6/2020), sebagian besar kasus kematian gajah yang tidak wajar hanya dicatat di atas kertas. Ini merupakan fakta yang menyedihkan dan menyakitkan.

 Baca juga: Akibat Pandemi Corona, Ratusan Gajah Dipulangkan ke Habitatnya

Insiden mengejutkan telah menghidupkan kembali perdebatan tentang konflik manusia dan hewan yang berkembang di negara bagian dengan cakupan 29,1 persen hutan. Pada 2018, sebanyak 24 orang dibunuh oleh gajah liar dan 12 orang tewas karena serangan harimau. Selain itu menurut statistik hutan terbaru ada sebanyak 9.400 insiden konflik antara manusia dengan hewan.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement