Tidak sembarang orang bisa ke rumah sakit sekarang ini. Hal itu terkait dengan upaya pencegahan penularan virus corona yang masih ada di sekitar kita.
Mengacu pada keterangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam Surat Dirjen Fasilitas Kesehatan YR.03.03/III/III8/202 kepada seluruh kepala Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten/kota, dan direktur utama, direktur, kepala rumah sakit seluruh Indonesia, mengimbau rumah sakit untuk menutup praktik rutin dan hanya melayani pasien dengan kondisi emergensi.
Kemenkes menilai perlu dilakukan upaya tersebut sebagai pencegahan penularan kepada dokter dan tenaga kesehatan di rumah sakit, serta pasien yang berkunjung ke rumah sakit.

Contoh nyata dari peraturan ini bisa dilihat dari ketetapan praktik dokter gigi. Ada kriteria pasien yang boleh datang ke dokter gigi di tengah pandemi, mereka itu dalam keadaan:
1. Keadaan darurat seperti nyeri gigi yang tak tertahankan.
2. Mengalami perdarahan yang tidak terkontrol.
3. Gusi bengkak akibat infeksi.
4. Trauma pada gigi dan tulang wajah misalnya karena kecelakaan.
5. Dalam keadaan tidak demam, batuk, dan pilek.
Adanya persyaratan khusus dan kekhawatiran berlebih saat ke rumah sakit membuat Silmi tak berani datang memeriksakan matanya yang tengah bermasalah ke rumah sakit. Ia lebih memilih berobat ke klinik terdekat untuk meminimalisir kontak dengan rumah sakit.
"Karena sakit yang dialami itu pada area mata, jadi, rasanya masih cukup ke klinik walau pengennya ke rumah sakit," katanya saat diwawancarai Okezone, Jumat (29/5/2020).
Namun, menurut Silmi yang merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Jakarta pun menjelaskan, pengobatan yang diberikan klinik dirasa kurang memuaskan. Tapi, menghindari rumah sakit jadi alasan dirinya sampai saat ini mengandalkan obat yang diberikan klinik.
"Kalau ditanya pengennya kemana, ya, maunya ke rumah sakit ditangani langsung dokter spesialis mata. Kalau 'dipegang' dokter spesialis kan kita bisa mendapatkan diagnosa dan pemeriksaan komprehensif," tambahnya.

Lebih lanjut, Silmi merasa saat pemeriksaan mata yang dilakukan di klinik, dokter tidak begitu detail memeriksa. "Ditanya keluhannya saja tidak, jadi dokter lihat mata dan memberi diagnosa. Ya, saya sih inginnya pemeriksaan menyeluruh," keluhnya.
Sampai saat ini kondisi mata Silmi masih belum sembuh. Mengacu pada diagnosa dokter klinik, mata kirinya itu mengalami radang mata karena terjadi pembengkakan, bukan hanya merah dan berair.
Silmi pun berharap di New Normal nanti dirinya sudah bisa kembali berobat ke rumah sakit. "Ya, pengennya bisa sembuh sesegera mungkin, nggak nunggu sampai New Normal datang," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.