Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nakes RS Unair Positif Covid-19, IDI Belum Tahu Jumlah Pasti Dokter yang Terinfeksi

Pradita Ananda , Jurnalis-Rabu, 27 Mei 2020 |12:37 WIB
Nakes RS Unair Positif Covid-19, IDI Belum Tahu Jumlah Pasti Dokter yang Terinfeksi
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
A
A
A

Terkait penanganan Covid-19 di Indonesia, tersiar kabar bahwa ada sejumlah tenaga kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Unair, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) dikabarkan terinfeksi Covid-19.

Sehubungan dengan ramainya kabar yang beredar di atas, Okezone mencoba meminta informasi langsung dari pihak Ikatan Dokter Indonesia. Apakah PB IDI Pusat sudah memiliki data tentang berapa jumlah tepat dokter yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Ketika dihubungi, Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia dr. Abdul Halik Malik menyebutkan bahwa data tentang berapa jumlah tenaga dokter yang terkonfirmasi positif, pihak PB IDI sendiri tidak memilikinya. Sebab data tersebut dipegang oleh pemerintah pusat langsung. Sedangkan data yang dipegang oleh IDI, menunjuk pada data yang ada di setiap wilayah saja.

“Data tersebut adanya di Pemerintah, IDI sendiri mengacu ke data yang ada di setiap wilayah, data kematian nakes IDI coba himpun. Tapi data yang terpapar virus corona semua mengalirnya ke pemerintah, IDI di beberapa wilayah tidak mengetahui jumlah pastinya,” terang dr. Halik saat dihubungi Okezone, Rabu (27/5/2020) melalui pesan.

Dokter

Halik menegaskan, hingga sejauh ini untuk data spesifik terkait jumlah dokter yang sudah terpapar dan dinyatakan positif, pihak PB IDI tidak mempunyai data sendiri.

“Tidak ada data sendiri, IDI mengacu ke data pemerintah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Dr Zubairi Djoerban menjawab soal rumor sebanyak 60 orang tenaga kesehatan di RS Unair terkena Covid-19 adalah jumlah yang tidak benar.

“Yang 60 itu bukan tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19," kata Zubairi kepada Okezone.

Lebih lanjut Profesor Zubair menegaskan bahwa total 60 orang itu, adalah jumlah perawat yang bertugas melayani para pasien Covid-19.

“Kapasitas perawat Covid-19 berjumlah 60 dan itu selalu penuh, yang terinfeksi, tidak sebanyak itu," pungkasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement