Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) hari ini resmi menerima bantuan masker kain dari MNC Peduli sebanyak 100 ribu buah.
Bantuan tersebut merupakan hasil kerjasama Kemenparekraf, MNC Group, dan 13 pelaku industri kreatif sebagi upaya membantu pemerintah menanggulangi pandemi virus corona atau COVID-19. Hal ini dijelaskan secara gamblang oleh Plt Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Josua Puji Mulia Simanjuntak.
Dalam kata sambutannya, Josua mengatakan bahwa program masker kain ini terinspirasi dari 3 arahan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo terkait penanganan COVID-19 yakni, penanganan sosial, padat karya, dan memberikan stimulus bagi sektor ekonomi Tanah Air.

"Dari arahan itu kemudian kami mulai berfikir dan mencari ide, apalagi setelah WHO mewajibkan kita semua memakai masker. Harga masker pun sempat melonjak karena langka. Kemudian, ternyata kita yang sehat tidak harus memakai masker medical. Dari situ ditentukan, masker kain yang diproduksi dengan benar itu ternyata cukup untuk kita yang sehat," terangnya dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona, Jumat (8/5/2020).
Josua juga mengaku sempat diskusi dengan Valencia Tanosoedibjo dari The F Thing tentang hal ini. Mereka sepakat bahwa fashion bukan hanya brand saja, di belakangnya ada penjahit-penjahit yang dikategorikan sebagai tenaga kerja kreatif.

"Dampak dari pandemi corona kan banyak retail yang tutup, tapi Alhamdulillah masih ada yang bisa produksi APD. Jadi selain memberikan stimulus bagi tenaga kerja di dunia fashion, kami juga ingin membantu masyarakat yang masih harus bekerja di tengah pandemi," ungkapnya.
Dari diskusi itu, Kemenparekraf dan MNC Peduli sepakat bekerjasama menggalang donasi yang dilaporkan menyentuh angka Rp500 juta. Jumlah tersebut cukup untuk memproduksi masker kain sebanyak 100 ribu buah.