Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Pedagang Sayur Terapkan Psychical Distancing

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 20 April 2020 |20:41 WIB
Ketika Pedagang Sayur Terapkan <i>Psychical Distancing</i>
Ilustrasi. (Freepik)
A
A
A

MENJADI kewajiban saat pandemi COVID-19 adalah menjaga jarak aman, sekurang-kurangnya 1,5 meter. Upaya ini perlu dilakukan setiap orang agar dapat memutus rantai penyebaran virus corona yang masih ada di tengah masyarakat.

Pesan itu juga selalu digaungkan juru bicara pemerintah terkait percepatan penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. Ia selalu meminta agar masyarakat mau menjaga jarak aman agar tak saling membahayakan orang lain.

penjual

Nah, di media sosial belum lama ini cukup menjadi sorotan netizen potret pedagang sayur yang menerapkan jarak aman ini. Unggahan tersebut dibagikan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo melalui akun Twitter pribadinya.

Di unggahan itu, Anda bisa lihat sendiri bagaimana pedagang sayur membuat semacam zona aman bagi dirinya pun orang lain, dengan cat putih yang terlukis di jalanan. Ini tentu bisa menjadi contoh bagi pedagang lain yang tetap harus menjual barang dagangannya di tengah pandemi corona COVID-19.

"Contoh jaga jarak fisik #jagajarak #BersatuLawanCovid19," tulis Agus di keterangan foto yang dibagikan pada Minggu, 19 April 2020 tersebut. So, seperti apa penampakan konsep jaga jarak bagi pedagang sayur?

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement