Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lindungi Tenaga Medis, Dosen UGM Kembangkan Bilik Swab COVID-19

Wilda Fajriah , Jurnalis-Sabtu, 18 April 2020 |15:30 WIB
Lindungi Tenaga Medis, Dosen UGM Kembangkan Bilik Swab COVID-19
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Idealnya, dikatakan Jaka, bodi bilik menggunakan bahan stainless steel, tetapi terkendala harga yang mahal. Sementara penggunaan kayu tidak memungkinkan, sedangkan dengan bahan GRC Board kurang cocok apabila dibersihkan dengan disinfektan.

Kendati menggunakan bahan murah, tetapi kualitas bilik swab tetap terjaga dan sesuai dengan standar medis.

Bilik turut dilengkapi dengan HEPA filter yang biasa dipakai untuk membuat ruangan bersih dan steril layaknya di laboratorium. Di dalam bilik juga terdapat lampu pencahayaan dan blower. Selain itu, turut dilengkapi dengan amplifier dengan speaker sebagai sarana komunikasi dengan pasien.

Desain bilik bersifat dinamis, dapat bergerak dengan empat roda di bawahnya. Dengan desain seperti itu memungkinkan bilik untuk dipindahtempatkan.

Melalui bilik swab ini petugas kesehatan dapat merasakan kenyamanan saat melakukan uji swab pada pasien. Sementara keamanan baik petugas medis maupun pasien juga terjaga. Disinfeksi dilakukan pada sarung tangan sekali pakai dan permukaan luar bilik sebelum siap dipakai oleh pasien berikutnya.

“Jadi, saat ada pasien baru datang untuk diswab, kondisinya sudah bersih, sudah disemprot dan diganti dengan sarung tangan yang baru,”terangnya.

Pembuatan bilik ini terinspirasi dari video petugas kesehatan di Korea Selatan yang tengah melakukan uji swab di bilik.

(Abu Sahma Pane)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement