Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Sukses Uji Coba Vaksin COVID-19 ke Tikus

Pradita Ananda , Jurnalis-Kamis, 09 April 2020 |16:31 WIB
Ilmuwan Sukses Uji Coba Vaksin COVID-19 ke Tikus
Ilustrasi (Foto : Indiatimes)
A
A
A

Para peneliti, ilmuwan, dan ahli virus di dunia masih berjibaku menemukan vaksin untuk melawan virus corona SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Dari sekian banyak penelitian, ada kabar baik dari satu penelitian yang dilakukan oleh Paul McCray, ahli paru pediatrik di University of Iowa bersama para ilmuwan lainnya.

Dalam penelitian ini yang dipublikasikan dalam jurnal mBio pada 7 April 2020, disebutkan para ilmuwan yang terlibat telah mengembangkan suatu vaksin baru. Vaksin baru tersebut mampu melindungi hewan tikus (yang digunakan sebagai percobaan) dari MERS (Middle East Respiratory Syndrome). MERS merupakan penyakit infeksi pernapasan, berasal dari keluarga yang sama dengan COVID-19. Dalam penelitian tersebut, semua hewan tikus yang diberi vaksin bisa selamat dari yang seharusnya mematikan akibat virus corona MERS-CoV.

Namun, seperti dikatakan dokter Paul, vaksin baru ini masih memiliki jalan yang panjang sebelum benar-benar siap bisa digunakan untuk manusia.

Uji Coba Vaksin

Tetapi setidaknya, hasil penelitian tersebut bisa dibilang menjanjikan. Para peneliti tengah mengadaptasi vaksin untuk membuat versi yang akan efektif melawan SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19.

“Ini vaksin untuk model tikus, jadi kami tidak dapat mengklaim bahwa vaksin itu sempurna bisa meniru sistem kekebalan tubuh manusia dan apa yang akan terjadi pada manusia. Meski begitu, tapi kami pikir ini adalah langkah pertama yang sangat menggembirakan,” ujar Paul, seperti dikutip Popularscience, Kamis (9/4/2020).

Vaksin baru yang dikembangkan dokter Paul dan rekan-rekan ilmuwannya ini adalah vaksin yang terdiri dari virus yang tidak berbahaya. Artinya virus yang dapat menginfeksi manusia dan hewan lain tetapi tidak menyebabkan kerusakan,disebut PIV5 (virus parainfluenza 5), yang menginfeksi banyak binatang mamalia tanpa menyebabkan penyakit apa pun.

Paul dan timnya mencoba memodifikasi virus jinak itu untuk membawa protein lonjakan MERS. Protein yang dikenal dalam imunologi sebagai antigen, sesuatu yang digunakan oleh sistem kekebalan tubuh untuk mengembangkan antibodi yang membuat kita kebal terhadap infeksi lebih lanjut. Menurut Paul, antigen ini adalah kunci untuk menciptakan kekebalan yang efektif.

Seperti semprotan hidung yang digunakan untuk beberapa vaksin flu, vaksin ini dihirup bukan diberikan melalui suntikan. Namun, virus yang tidak berbahaya ini telah dikaitkan dengan batuk kennel pada anjing, jadi versi langsung dari virus ini telah dimasukkan dalam vaksin anjing selama bertahun-tahun. Sebab sudah banyak orang yang sebetulnya terpapar, tapi tidak terjadi efek berbahaya,

Secara pengklasifikasian tingkat bahaya, MERS yang punya tingkat kematian 35 persen menjadi lebih mematikan daripada COVID-19. Namun, tidak seperti virus yang menyebabkan SARS atau MERS, SARS-CoV-2 dapat mereplikasi dengan sangat mudah di saluran pernapasan bagian atas yang meliputi hidung, sinus, dan laring. Apalagi COVID-19 juga dapat ditularkan oleh orang yang mengalami sedikit atau tanpa gejala, membuatnya lebih sulit untuk dideteksi dan dilacak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement