Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Selalu Berpikir Positif saat di Rumah, Psikolog: Itu Wajar dan Normal

Pradita Ananda , Jurnalis-Selasa, 07 April 2020 |19:00 WIB
Tak Selalu Berpikir Positif saat di Rumah, Psikolog: Itu Wajar dan Normal
Ilustrasi (Foto : Healthline)
A
A
A

“Reaksi psikologis ini kalau tidak diatasi memang dapat mengakibatkan gangguan cemas, depresi, panik, bahkan sampai keinginan untuk menyakiti diri sendiri di kemudian hari,” tambah Zarra.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Silvany, setelah melewati tahapan merasakan respon atau reaksi-reaksi tersebut. Maka yang perlu dilakukan sekarang ialah memutar otak, untuk bagaimana caranya bisa bertahan di situasi yang tidak pasti seperti sekarang.

Silvany mencontohkan, ia pribadi menerapkan cara pembatasan informasi. Setelah merasa telah mendapatkan informasi valid yang dibutuhkan. Selanjutnya ialah menyerap lebih banyak pengetahuan yang lebih positif, ketimbang yang negatif baru kemudian dicari tahu apa solusi yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negatif yang ada.

“Beri waktu diri sendiri untuk rehat dari informasi, sekarang tantangannya gimana untuk survive. Saya pribadi caranya, ngumpulin informasi yang benar, setelah semua informasi yang valid ada sisi positifnya kita kumpulin, lihat juga dampak negatifnya. Setelah itu, cari tahu apa solusinya. Ini yang perlu kita kelola, kenapa? Karena pandemi ini membuat stigma-stigma yang bikin kita ketakutan sendiri,” pungkasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement