Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya perubahan genetik pada sel lambung. Kendati demikian, ada beberapa faktor yang diklaim dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker lambung.
Mulai dari merokok, berusia di atas 55 tahun, berjenis kelamin laki, memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker lambung, dan pernah menjalani operasi pada lambung.
Selain itu, penyakit ini juga dipicu oleh gaya hidup sehat dan pola makan yang tidak seimbang. Contohnya sering mengonsumsi daging, terutama daging olahan, sering mengonsumsi makanan olahan dan tinggi garam, sering minum minuman beralkohol, tidak menyimpan dan memasak makanan dengan benar, jarang makan sayur dan buah, jarang olahraga, dan kelebihan berat badan atau obesitas.
Kanker lambung atau perut termasuk penyakit langka bila dibandingkan jenis kanker lainnya. Gejalanya pun cukup bervariasi.