BEBERAPA waktu lalu masyarakat Indonesia dihebohkan dengan aksi dua orang yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat berbelanja di mal. Aksi tersebut menjadi viral dan perbincangan para netizen.
Sebagaimana diketahui, aksi tersebut dilakukan semata-mata untuk melindungi diri dari penularan virus corona COVID-19. Mereka takut terinfeksi akibat menyentuh barang dan benda yang tercemar virus selama berbelanja.
Dokter Aesthetic Anti Aging dan Sexologist Specialist, dr. Haikal Anshari, mengatakan menyentuh barang atau benda yang terinfeksi virus corona tidak akan membuat seseorang menjadi sakit, asalkan dilakukan dengan aturan yang dianjurkan.
“Tidak, asalkan kita tidak menyentuh mulut, hidung dan mata kita sebelum mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Virus corona menular melalui droplet atau percikan cairan yang mengandung virus,” terang dr. Haikal.
Dokter Haikal mengatakan droplet dapat keluar pada saat seseorang sedang batuk, bersin bahkan berbicara. Penyakit ini juga bisa menular melalui tangan yang belum dicuci saat menyentuh area wajah dan bukan melalui udara.
“Inilah mengapa seseorang diwajibkan untuk melakukan physical distancing atau jaga jarak minimal satu meter. Jika lebih dari satu meter, virus ini akan jatuh dan tidak melayang-layang di udara,” sambungnya.
Selain menggunakan APD lengkap, saat ini banyak masyarakat yang menyemprotkan disinfektan di seluruh tubuh. Masyarakat melakukan hal ini karena percaya bahwa virus yang menempel pada tubuh manusia akan mati terbunuh.
“Disinfektan tidak akan membunuh virus yang telah masuk ke dalam tubuh. Bahkan menyemprotkan cairan tersebut akan mengganggu mukosa dalam tubuh. Misalkan mata dan mulut. Tidak ada rekomendasi WHO untuk menggunakan disinfektan ke tubuh manusia,” lanjutnya.