Beberapa kali Anda mendengar kabar bahwa ada beberapa tenaga medis atau pasien COVID-19 yang dijauhi masyarakat. Mereka bahkan diasingkan dari sosial dan dianggap pembawa masalah.
Hal ini sempat disampaikan salah seorang pengusaha hotel. Jadi, dia menerima kabar dari temannya yang bekerja di salah satu rumah sakit pemerintah di Jawa Tengah. Menceritakan bahwa ada dua tenaga medis yang 'diusir' dari kost-kostanya.
Kabar ini pun ternyata diterima Dokter Tirta di email pribadinya. Berdasar cuitannya di media sosial, ia menjelaskan bahwa para tenaga medis dijauhi, mendapat stigma negatif karena melawan COVID-19, stres, mendapat tekanan, sampai ada yang menangis di rumah tiap pulang.
"Ada penderita, baru ODP dan PDP dikucilkan kayak dianggap aib. Sampai akhirnya ketua RT harus mengedukasi tiap rumah," tulis Dokter Tirta di media sosial.
Di kesempatan itu, ia menjelaskan lagi bagaimana penularan COVID-19 bisa terjadi. Ya, COVID-19 itu menular lewat droplet, bisa lewat airbone tapi dalam kondisi tertentu. "Itu pun hanya kalau ada tindakan medis di mulut yang pakai aerosol. So, yang paling mungkin kena airbone, ya, tenaga medis. Makanya pakai faceshield," tambahnya.
Dokter Tirta meminta masyarakat untuk tidak menjauhi tenaga medis atau pasien COVID-19. Hal ini pun telah dialami orang dengan HIV AIDS (ODHA) yang sering mendapatkan stigma buruk dari rakyat.
Tolong temen2 jangan kasi stigma negatif buat tenaga medis yg lawan covid 19. Barusan saya baca email, sedih saya, ada yg sampe dijauhi , diusir
— dr tirta (@tirta_hudhi) April 1, 2020
temen temen tenaga medis yg menolong pasien covid itu butuh support mental. Bukan stigma buruk :( yuk support ! #LawanCovid19
"Kenapa orangnya dikucilkan? Bayangkan kalau itu keluargamu. Harusnya kita kasih semangat, kawan,' pintanya. Ia menegaskan sekali, masyarakat itu harusnya menjauhi virusnya, bukan orangnya. Tenaga medis itu butuh semangat.
"Sambutlah tenaga medis, kasih mereka semangat. Bahkan, sepucuk surat bisa jadi penyemangat teman-teman saya. Mereka juga punya keluarga. Saya tahu ini kewajiban, tapi serius, kalau sampai tenaga medis stres, maka siapa yang rugi? Kita semua," ungkap Dokter Tirta.
Semangat juga sangat dibutuhkan pasien ODP dan PDP COVID-19. Sebab, ketika mereka stres, proses penyembuhannya akan sulit. "Yok lah, bareng-bareng kita jaga kebersamaan," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.