SELAMA Pandemi virus korona COVID-19 ini banyak orang mulai memburu hand sanitizer, masker dan makanan peningkat imunitas. Alhasil, banyak dari barang-barang tersebut yang sudah sulit ditemukan di pasaran.
Oleh karena itu, banyak yang mulai membuat sendiri hand sanitizer dengan berbekal informasi yang beredar di media sosial. Tapi, tindakan ini ternyata sangat berisiko loh.
Ya, ada bahaya di balik menggunakan hand saitizer sendiri yang mungkin tak Anda sadari. Seperti yang dijelaskan dalam laman Health. Pasalnya, hand sanitizer bukanlah barang yang bisa membunuh virus.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sampai saat ini upaya yang disarankan untuk mencegah penularan COVID-19 adalah mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin, bukan mencuci tangan dengan hand sanitizer.
Memang hand sanitizer dipakai jika Anda sulit mengakses sabun. Tapi, hand sanitizer bukan alat utama dalam mencegah COVID-19.
Terlepas dari itu, apa bahaya dari hand sanitizer bikinan sendiri?
Dijelaskan Dokter Keluarga di Cleveland Clinic Neha Vyas, MD, menggunakan hand sanitizer buatan sendiri adalah hal yang tidak disarankan ahli medis. "Kami tidak berpikir menggunakan hand sanitizer buatan sendiri itu ide yang baik," tegasnya.
Hal ini tentu dikarenakan komposisi yang tidak standar dan itu yang membuat hand sanitizer buatan sendiri tidak akan memberi manfaat bahkan malah bisa merugikan diri Anda.
Menurut Vyas, membuat hand sanitizer itu diperlukan pengukuran komposisi yang tepat dan bahan yang berkualitas tentunya.

Kesalahan masyarakat sekarang adalah mengamini komposisi dan takaran yang disarankan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Padahal, takaran tersebut dibuat untuk 10 liter hand sanitizer, bukan untuk satu botol kecil.
Takaran sesuai WHO tersebut ialah isopropil alkohol 99,8% (7,5 liter), hidrogen peroksida 3% (417 ml), gliserol 98% (145 ml), dan air suling.
Hand sanitizer buatan sendiri bisa menjadi ancaman juga karena Anda tidak menggunakan alat yang steril dalam proses
Dokter Kulit bersertifikat dan Kepala Petugas Medis dan Sanova Dermatologi Ted Lain menjelaskan, untuk membuat hand sanitizer seluruh alat yang dipakai harus didisanitasi terlebih dulu. "Kalau pakai alat sembaranga, ya, semua bahannya terkontaminasi," tegasnya.
Selain itu, menurut Rick Sachleben, mantan ahli kimia dan anggota American Chemical Society, semua produk yang dijual di pasaran sudah melalui pengetesan yang ketat dan telah diuji sebelumnya keefektivitasannya.
"Apa pun yang Anda beli di pasaran, itu telah melalui proses panjang. Nah, kalau hand sanitizer buatan sendiri, pengecekannya dari mana?" tegasnya.
Cuci tangan yang disarankan setidaknya selama 20 detik, baik sebelum maupun setelah makan, sebelum dan sesudah dari toilet, dan setelah Anda memegang benda dari luar. Jangan lupa, jika tangan Anda digunakan untuk menangkal batuk atau bersin, segera cuci tangan dengan sabun.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.