Kemungkinan terburuk untuk tidak bisa pulang kampung menemui kedua orangtuanya ini, dilanjutkan Zizu, sebetulnya sudah sempat terpikir sejak penetapan aturan Work From Home (WFH) oleh pemerintah. Tapi kala itu, ia masih mencoba optimis bahwa keadaan menjelang bulan puasa dan Lebaran akan berangsur membaik. Sehingga tetap ada peluang untuk dirinya bisa mudik.
“Tanggal sudah rencanain, tiket sudah beli. Tapi kayaknya akan refund saja, aku enggak bisa bebal. Kemarin beli tiket awalnya karena masih yakin, April wabah ini selesai. Tapi lihat kondisi sekarang kayak gini, mustahil rasanya,” tambahnya.
Tidak mau menampik kenyataan, Zizu yang hanya tinggal di Jakarta bersama paman dan bibinya ini harus menyiapkan mental untuk kemungkinan terburuk. Harus menjalani bulan puasa dan merayakan Lebaran tanpa ditemani oleh kedua orangtuanya.