VIRUS corona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) disebutkan sebagai tipe penyakit self limiting disease, atau penyakit yang akan sembuh dengan sendiri. Salah satu caranya yakni dilawan oleh sistem imunitas tubuh.
Bicara tentang sistem imun pada tubuh, sebetulnya bagaimana sih cara kerja sistem imunitas ini di dalam tubuh manusia?
Sistem imunitas di tubuh bekerja, ternyata beroperasi layaknya sistem komunikasi yang canggih. Ketika ada sesuatu asing yang menyerang masuk ke dalam tubuh, maka sistem imunitas akan waspada karena mendapatkan peringatan.

Di titik ini, sel-sel sistem imunitas akan aktif dan mulai memproduksi bahan kimiawi yang kuat, sistem kekebalan tubuh berkomunikasi dengan kontak fisik langsung, atau dengan melepaskan pembawa pesan kimiawi.
Sel-sel sistem kekebalan berkomunikasi satu sama lain dengan melepaskan dan merespon pembawa pesan kimia, yang dikenal sebagai sitokin. Sitokin, yang termasuk adalah interleukin, interferon dan faktor pertumbuhan.
Nah, protein yang disekresikan oleh sel-sel imun untuk bekerja pada sel-sel lain, menghasilkan respon imunitas terhadap sesuatu asing yang menyerang masuk ke tubuh. Sementara sistem kekebalan memiliki pasukan sel, salah satunya limfosit dan fagosit.
Lalu sel-sel kekebalan tertentu akan melawan penyerang asing yang masuk ke tubuh. Dilanjutkan dengan sel-sel yang lain dilatih untuk merespon hanya pada target tertentu.
Semua sel kekebalan berasal dari sel batang yang belum matang di sumsum tulang. Sel-sel yang belum matang merespon berbagai sitokin dan sinyal kimia lainnya, yang berkembang menjadi tipe sel imun spesifik (sel T, sel B, atau fagosit).
Sel B dan sel T masuk dalam jenis limfosit, yang mana sel B mengeluarkan antibodi ke dalam cairan tubuh. Antibodi inilah yang melawan penyerang asing yang ada dan beredar dalam cairan tubuh, tetapi antibodi tidak mampu menembus sel.
Sementara sel T, memiliki reseptor seperti antibodi khusus pada permukaannyam yang dapat mengenali fragmen antigen pada sel terinfeksi. Sel T dapat mengarahkan dan mengatur respon imun, atau mereka dapat langsung menyerang sel yang terinfeksi atau kanker.
Organ tubuh terbanyak, yakni kulit akan bekerja sebagai penghalang awal untuk menyerang mikroba. Mengingat sesuatu yang asing menyerang dari luar, dapat masuk melalui luka atau retak di kulit.
Tidak hanya melalui kulit loh! Tapi saluran pencernaan dan pernapasan juga bisa menjadi titik masuk bagi penyerang asing tersebut.
Namun dengan adanya sistem imun, mereka bekerja dengan caranya sendiri untuk melindungi tubuh. Contoh mudahnya, misalnya lendir di hidung saat flu, batuk, atau bersih adalah cara agar penyerang asing ini keluar dari hidung dan paru-paru, asam lambung dan usus.
Jika mikroba benar-benar menembus penghalang awal ini, mikroba masih harus melewati dinding saluran pencernaan, pernapasan, atau urogenital untuk mencapai sel yang mendasarinya.
Bagian-bagiannya dilapisi dengan sel-sel epitel, yang ditutupi lapisan lendir untuk membantu menghalangi masuknya penyerang asing, ke lapisan sel yang lebih dalam. Demikian seperti dilansir Okezone dari Verywellhealth, Jumat (20/3/2020).
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.