Sementara itu, Ketua Profauna Indonesia, Rosek Nursahid menilai positif penutupan sementara lembaga konservasi, termasuk Kebun Binatang Surabaya.
“Saya pikir bagus, jadi ada jeda satwa istirahat dari interaksi dengan manusia. Jadi ada jeda mereka untuk tereksploitasi, tanda petik. Karena kan secara psikologi, dan standar kesejahteraan hewan itu kan satwa di LK (lembaga konservasi, red) itu memang harus diberi jeda untuk mereka sementara istirahat. Biarlah mereka melakukan ekspresi sesuai dengan apa yang diinginkannya, bukan yang diinginkan oleh manusia,” komentarnya.
Rosek menambahkan, penutupan sementara di lembaga konservasi juga dapat mencegah penularan penyakit dari dan kepada satwa, meski untuk virus corona belum ada data dan bukti yang menyebutkan kemungkinan menular kepada satwa terutama primata.
“Misalnya batuk, flu itu bisa menularkan kepada mamalia, khususnya primata, itu bisa. Nah, kalau corona itu kan juga sejenis ya, kerabat dengan flu, jadi kemungkinan bisa ya mungkin, tapi saya tidak berani memastikan itu. Tapi kalau yang lainnya, flu, batuk, itu bisa menular ke satwa,” imbuh Rosek Nursahid.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.