Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tips Ibu Hamil agar Tak Terinfeksi Virus Corona

Novie Fauziah , Jurnalis-Selasa, 17 Maret 2020 |14:49 WIB
Tips Ibu Hamil agar Tak Terinfeksi Virus Corona
Ibu hamil tak kebal virus corona (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Bertambahnya jumlah pasien positif terinfeksi virus corona menjadi 134 orang hingga Senin 16 Maret 2020, semakin mengkhawatirkan karena penyebaran virus ini begitu cepat dan tidak pandang bulu.

Siapa saja dengan imunitas rendah dan penyakit penyerta dapat terpapar virus corona, di antaranya ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi dan anak-anak. Bahkan dari jumlah pasien terdata terakhir, terdapat dua balita yang terpapar virus ini.

Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Jakarta Raya (POGI JAYA) menyerukan keamanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi serta anak-anak dari virus ini. Wanita hamil dan bayi yang baru lahir seharusnya dianggap sebagai populasi berisiko utama dalam strategi yang berfokus pada pencegahan dan manajemen Infeksi COVID-19 ini.

Berdasarkan beberapa contoh kasus pada penanganan Coronavirus sebelumnya (SARS-CoV dan MERS-CoV) dan beberapa kasus COVID-19, dipercaya bahwa ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya penyakit berat, morbiditas dan mortalitas dibandingkan dengan populasi umum.

Dikatakan oleh dr Ulul Albab, SpOG, Sekjen POGI JAYA bahwa meski masih belum diumumkan adanya kasus terpaparnya CoVid-19 pada ibu hamil dan ibu menyusui di Indonesia, namun kedua kelompok ini juga tetap perlu waspada dengan lebih meningkatkan imunitas tubuh mereka. "Ibu hamil dan ibu menyusui rentan dengan berbagai penyakit akibat perubahan hormonal sehingga secara otomatis daya tahan tubuh mereka lebih rendah," ujarnya.

Ditegaskan oleh dr Ulul, apabila ibu hamil dan menyusui mengalami gejala flu dan ataupun gejala yang sama seperti COVID-19, segera periksakan diri ke dokter kandungan dan mintalah untuk sekaligus melakukan pemeriksaan COVID-19. Apabila diketahui lebih awal, maka dokter dapat merekomendasikan perawatan terbaik bagi pasien untuk mencegah pemaparan virus tersebut lebih jauh.

Selain itu, POGI JAYA juga meminta pihak rumah sakit memperhatikan keselamatan para tenaga medis yang sedang hamil saat bertugas. Prioritas alat peralatan keselamatan harus diutamakan bagi para tenaga medis yang sedang hamil tersebut.

Meski demikian, dalam penelitian yang dilakukan dan dipublikasikan oleh Royal College of Obstetricians and Gynecologists, Royal College of Midwives (bidan) and Royal College of Paediatrics and Child Health, dengan masukan dari Royal College of Anaesthetists, Public Health England (Lembaga Keseatan Masyarakat Inggris) and Health Protection Scotland. (Lembaga Perlindungan Kesehatan di Skotlandia), hingga kini masih belum ada bukti bahwa virus dapat menular ke bayi selama kehamilan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement