Pernyataan tersebut tidak terlepas dari pengalaman pribadinya saat menjadi pasien pertama yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona, pada 2 Maret lalu.
Sejak diumumkan oleh Presiden Joko Widodo, pasien itu mengaku mendapat banyak pesan singkat dan respons negatif dari sejumlah pihak, lantaran identitas dirinya bocor di media sosial.
Berkaca dari pengalaman itu, dia pun meminta agar masyarakat Indonesia tidak menghakimi pasien.
"Saya selama diisolasi, seminggu pertama nangis terus yang dibicarakan beberapa media dan orang-orang yang menyebarkan mengenali saya dan ibu saya, mereka malah menyerang profesi kami sebagai penari, penggiat seni, dan pejuang budaya," tegas pasien 01.
"Padahal, selama ini kami sekeluarga melakukan hal tersebut untuk Indonesia juga, melestarikan budaya," timpalnya.