SAAT ini ada dua rumah sakit yang secara resmi ditunjuk pemerintah untuk rujukan virus Korona COVID-19. Kedua rumah sakit tersebut adalah RSPI Sulianti Saroso dan RS Persahabatan.
Juru Bicara Penanganan Korona COVID-19, Achmad Yurianto, menjelaskan selain kedua Rumah Sakit tersebut sebenarnya ada juga Rumah Sakit yang merawat pasien suspect COVID-19. Dia menjelaskan, deretan RS ini memang tidak disebutkan lantaran berkaitan dengan etika yang ada.
"Karena sekarang banyak sekali RS tidak didatangi orang karena merawat pasien Korona COVID-19," jelas dia di Kantor Staff Presiden (KSP), Jakarta.

Oleh karena itu, timbul kekhawatiran jika nama RS swasta yang merawat pasien Korona COVID-19 disebutkan, maka pasien lainnya akan takut datang ke sana. "Kalau RS katakan RS-nya ingin disebut supaya terkenal, saya sebut," kata Yuri.
"Masalahnya enggak ada yang mau. Semua tidak mau disebut, Itu saja, kalau RSPI mau ngomong enggak ngomong (untuk disebutkan) ya saya sebut," katanya.
Paslanya, RSPI memang sudah didaulat sejak awal menjadi tempat untuk merawat pasien positif Korona COVID-19. "RS Persahabatan memang rumah sakitnya paru. Masyarakat yang ke sana tahu," katanya.
Sekadar informasi, ada satu orang WNA perempuan berusia 53 tahun yang meninggal karena virus Korona COVID-19. Selain itu ada dua orang lagi yang meninggal diduga akibat virus Korona COVID-19.
Tapi, hingga saat ini tiga pasien telah mengalami konversi negatif korona setelah mendapatkan perawatan dan diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta.
Ketiga pasien itu yakni dengan kasus bernomor 6, 14, dan 19 secara nasional. Mereka akan segera dipulangkan ke kediamannya masing-masing.
(Martin Bagya Kertiyasa)