Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Napak Tilas RSPI Sulianti Saroso, Rumah Sakit Tempat Isolasi Korona COVID-19

Napak Tilas RSPI Sulianti Saroso, Rumah Sakit Tempat Isolasi Korona COVID-19
RSPI Sulianti Saroso. (Foto: Dimas/Okezone)
A
A
A

Ketika itulah, Pulau Onrust yang berhawa segar dijadikan Sanatorium TBC, sekaligus karantina bagi pengidap penyakit menular lainnya. Antara 1911-1933, Pulau Onrust dijadikan karantina bagi jemaah haji asal Hindia Belanda. Kapasitasnya 3.500 orang.

Semua jemaah wajib menjalani karantina sebelum berangkat dan sepulang mereka dari Mekah. Setelah karantina haji ditutup, Onrust kosong dan merana bak pulau hantu.

Memanfaatkan fasilitas yang tersisa, pemerintah menjadikan Onrust sebagai tempat karantina penyakit menular 1960-1965. Setelahnya, fasilitas digeser ke Pelabuhan Tanjung Priok dan disebut Stasiun Karantina.

Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal RSPI Sulianti Saroso Jakarta. Sepanjang 1965-1970, sekira 2.300 pasien dengan berbagai macam penyakit menular dilayani. Onrust ditinggalkan dan ditetapkan sebagai pulau bersejarah sejak 1972.

Penyakit infeksi tak pernah berhenti menyebar menjadikan stasiun karantina itu ditingkatkan levelnya, menjadi rumah sakit karantina dengan lokasi tetap di Tanjung Priok. Namun, fasilitas itu menjadi tetap kurang memadai saat kuman-kuman lama dan baru terus menghantui kesehatan masyarakat. Berjangkitnya virus baru HIV, penyebab AIDS, pun menghentak dunia sejak 1985.

Peristiwa itu membuat pemerintah mengambil keputusan membangun rumah sakit baru dengan fasilitas modern untuk penanganan penyakit akibat infeksi. Rumah sakit itu tak hanya memberikan layanan medis, melainkan juga melakukan penelitian dan pengembangan terkait pencegahan serta pengendalian penyakit infeksi yang menular.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement