SESEORANG yang selalu mengandalkan transportasi umum, harus benar-benar waspada terhadap penyebaran virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Sejumlah antisipasi dapat Anda lakukan, misalnya saat naik KRL Commuter Line, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, Lintas Rel Terpadu (LRT), juga Bus TransJakarta.
Wabah COVID-19 saat ini memang menghantui masyarakat di berbagai negara. Termasuk Indonesia, sejauh ini tercatat ada 6 orang positif COVID-19.
Khawatir boleh-boleh saja, namun tak perlu panik berlebihan. Anda tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa, juga tak masalah jika ingin naik transportasi umum.
Agar tetap aman dan nyaman saat menumpang transportasi umum di tengah wabah COVID-19, kuncinya ialah melakukan antisipasi pencegahan korona dengan baik. Selanjutnya, bagaimana ya langkah antisipasi yang bisa dilakukan untuk meminimalisir pencegahan COVID-19 saat berada di transportasi umum? Ditulis Okezone, Senin (9//32020), ini dia ulasannya.
MRT

Sekarang pihak MRT Jakarta memberlakukan cek temperatur di setiap gate masuk di 13 stasiun MRT, dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Bundaran HI. Setiap penumpang yang suhunya lebih dari 37, artinya sudah mengalami demam dan tak diperbolehkan masuk menaiki MRT.
Cek suhu tubuh ini bisa jadi pengingat dan indikator Anda setiap hari, apakah suhu tubuh normal atau sudah demam, sehingga bisa jadi acuan apakah Anda perlu periksa ke klinik kesehatan atau tidak.
Langkah lainnya ialah dengan rajin mencuci tangan menggunakan hand sanitizer, sebelum dan sesudah naik MRT Anda bisa menggunakan menempatkan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) gratis, yang disediakan untuk para penumpang ditempatkan di titik-titik ramai penumpang, pada 13 stasiun MRT Jakarta. Pihak MRT Jakarta juga memberlakukan pembersihan secara intensif dan berkala, pada stasiun dan kereta dengan metode khusus.