BEREDARNYA kabar bohong atau hoax virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) menyebar begitu cepat di WhatsApp. Ada beragam hoax yang membuat Anda harus lebih teliri.
Misalnya saja satu kabar hoax yang menunjukkan cerita pasien positif COVID-19, tidak mengetahui kalau dirinya terinfeksi. Seakan-akan sang pasien itu bahkan mengetahui jika dirinya terinfeksi, karena berita yang tersebar luas di media.

Berikut sedikit isi pesan yang diduga ditulis pasien positif COVID-19:
"Sampai sekarang tidak ada satu dokter pun yang nyamperin untuk menjelaskan apapun atau pun memberi lihat hasil tes saya," tulis isi pesan berantai tersebut.
Kementerian Kesehatan pun angkat bicara terkait adanya isu ini. Menurut Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto, sangat keliru jika pasien yang sudah masuk ruang isolasi tidak mengetahui tes kesehatannya di rumah sakit tempat ia dirawat.

"Sebelum menempati ruang isolasi, pihak rumah sakit pastinya sudah memberitahu ke pasien hasil tes kesehatannya. Kalau memang diperlukan tindakan isolasi, pasien akan dimintai surat persetujuan yang ditandai pasien itu sendiri," kata Yuri di Kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Yuri menambahkan, pihaknya pun memastikan bahwa RSPI Sulianti Saroso tidak melakukan tindakan yang keliru terkait kasus ini. Ia menjamin bahwa pihak rumah sakit sudah melakukan tindakan sesuai SOP yang berlaku.
"Saya tanya langsung ke direktur rumah sakit apakah ada langkah-langkah baru terkait melakukan tindakan isolasi ke pasien infeksi dan dipastikan semua sesuai SOP," tegasnya.
Ini berarti bahwa pasien positif COVID-19 sudah dipastikan tahu hasil tes kesehatannya dan dia menyetujui untuk dilakukan isolasi selama beberapa hari di rumah sakit. Persetujuan ini dibuktikan dengan adanya surat persetujuan yang ditandatangani pasien.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.