KETERSEDIAAN masker disebut-sebut langka dan mahal, menyusul merebaknya isu virus korona/Coronavirus 2019 (COVID-19) di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Bahkan, setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama virus korona/COVID-19 di Tanah Air, stok masker semakin menipis.
Diketahui pula harga masker di pasaran meningkat drastis akibat permintaan pasar yang begitu besar. Bahkan, hasil penelusuran Okezone, harga masker kini dibanderol antara Rp250 ribu-Rp350 ribu per box. Bahkan dikatakan harganya naik tajam.
Menanggapi persoalan tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, sebetulnya telah berulang kali mengingatkan, bahwa masker memang sebaiknya digunakan bagi mereka yang sedang sakit. "Masker itu sebetulnya kita (orang yang sehat) enggak perlu pakai, yang perlu pakai itu yang sakit saja," kata Terawan saat diwawancarai awak media, belum lama ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), DR dr Agus Dwi Susanto SpP(K). Menurut penjelasannya, manfaat menggunakan masker itu sendiri, untuk mencegah penyebaran droplet atau partikel kecil dari mulut. Pernyataan ini berkaitan erat dengan isu COVID-19 yang ramai diperbincangkan.
"Buat yang sakit itu sebaiknya memang pakai masker. Karena penularan virus corona kan dari droplet atau partikel kecil dari mulut yang keluar saat mereka batuk atau bersin," terang Agus saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Selasa (3/3/2020).
Manfaat masker, kata Dokter Agus, dapat menahan sebaran. Sebab, jarak penularannya bisa sampai 1-2 meter.
Namun Dokter Agus juga tidak menampik, bahwa masker bisa digunakan pada kondisi tertentu. Misalnya, ketika seseorang berada di daerah infeksius.

Contoh paling sederhana adalah rumah sakit. Di tempat ini, pengunjung memang disarankan menggunakan masker, untuk mencegah virus dan bakteri penyakit.
"Selain virus korona, di rumah sakit kan ada banyak virus atau bakteri lain. Jadi sebaiknya memang menggunakan masker. Di tempat-tempat krisis seperti daerah asal virus juga disarankan," ungkapnya.
Selain itu, Agus mengatakan bahwa masker juga bisa digunakan di tengah keramaian atau di tempat-tempat umum. Karenanya, tidak semua orang memiliki kesadaran untuk menggunakan masker, meski mereka tahu sedang dalam kondisi sakit.
"Kita kan enggak tau orang di samping kita sakit apa enggak. Terus kalau dia sakit dia pakai masker atau tidak," katanya.
Jadi sebaiknya, seseorang disarankan pakai masker untuk melakukan pencegahan. Bukan hanya mencegah virus korona, tapi juga risiko penyakit lainnya.
"Kita pakai masker untuk mencegah. Tapi perlu diingat lagi, pada dasarnya masker lebih baik dipakai saat kita dalam kondisi sakit," tandasnya.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.