SAMPAI Minggu (1/3/2020), hasil dari pemeriksaan spesimen oleh Kementerian Kesehatan dipastikan negatif dari Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Namun hal ini membuat banyak orang penasaran dengan penyakit yang diderita oleh pasien tersebut.
Sejauh ini, sebanyak 143 spesimen dari seseorang dengan gejalanya mirip COVID-19, yang masuk ke Litbangkes Kementerian Kesehatan, dinyatakan negatif. Jumlah tersebut didapat dari 44 rumah sakit di 22 provinsi di Indonesia.

Diterangkan Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Achmad Yurianto, sampai Minggu (1/3/2020), tidak ada data baru yang masuk. "Jadi, jumlah spesimen masih sama dengan sebelumnya, 143 spesimen hasilnya negatif dari 44 rs di 22 provinsi," terangnya pada Okezone melalui sambungan telepon.
Dia menjelaskan, 143 spesimen yang diperiksa Kemenkes itu merupakan akumulasi dari Januari sampai Sabtu (29/2/2020). Semua dinyatakan negatif setelah melalui pemeriksaan laboratorium.
Dalam kesempatan ini, Yuri, sapaan akrabnya, menerangkan bahwa kebanyakan dari pemilik spesimen ternyata mengalami flu babi atau H1N1. Namun, angka pastinya Yuri tidak menjelaskan.
"Kebanyakan dari pasien yang diambil spesimennya itu diketahui mengalami H1N1, bukan COVID-19," ungkapnya.
Jadi, spesimen ini diambil pada mereka yang memiliki gejala COVID-19, serta memiliki riwayat dari negara yang terinfeksi. Beberapa dari mereka yang diambil spesimen sudah pulang dan kondisinya membaik.

Gejala dari COVID-19 itu sendiri ialah demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Mereka yang memiliki kondisi ini dan datang dari negara terinfeksi, maka pastinya akan diambil spesimen.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.