Advertisement
Advertisement

Khawatir COVID-19, Udara di Kabin Pesawat Ternyata Lebih Segar daripada Rumah

Pradita Ananda , Jurnalis-Senin, 24 Februari 2020 |19:15 WIB
Khawatir COVID-19, Udara di Kabin Pesawat Ternyata Lebih Segar daripada Rumah
Ilustrasi (Foto : Asiaone)
A
A
A

Dalam konferensi berita bulan Januari 2020, Zhu Tao juga menegaskan bahwa sistem ventilasi kabin pesawat itu dirancang dengan bentuk vertikal bukan horisontal, yang mana bentuk ini disebutkan secara efektif mengurangi risiko penyebaran virus di pesawat.

Senada dengan penjelasan Zhu Tao, Pilot Amerika, Patrick Smith menyebutkan sistem filtrasi di dalam pesawat itu menangkap 94 hingga 99,9 persen mikroba di udara, dan bahwa total penggantian udara di dalam pesawat setiap dua atau tiga menit jauh lebih sering daripada penyegaran udara di ruangan lainnya, misalnya di kantor, bioskop, atau ruang kelas.

Penularan COVID-19 dengan jalur dari manusia ke manusia diyakini terjadi melalui tetesan (droplets) yang umumnya tidak terpengaruh oleh udara di suatu ruang, sehingga jatuh cukup dekat dengan tempat mereka berasal (biasanya dalam satu meter).

Itulah sebabnya World Health Organisation mendefinisikan kontak dengan penumpang yang terinfeksi di pesawat, duduk dalam dua hingga tiga baris dari orang tersebut. Risiko infeksi bagi orang-orang yang duduk di luar zona itu jauh lebih rendah.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement