Ada satu masalah penting yang harus diwaspadai saat kebakaran. Hal ini berkaitan dengan masalah kesehatan yang dipicu oleh asap kebaran, atau dikenal dengan istilah smoke inhalation (inhalasi asap).
Inhalasi asap terjadi ketika seseorang terlalu banyak menghirup partikel dan gas asap yang berbahaya. Dampaknya dapat menyebabkan inflamasi pada paru-paru dan jalur napas, serta menyebabkan bengkak dan menghalangi oksigen.
Bila tidak segera ditangani, inhalasi asap dapat memicu penyakit pernapasan akut dan kerusakan pernapasan, hingga berujung pada kematian.
Nah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya Anda mengetahui gejala-gejala yang timbul ketika seseorang mengalami inhalasi asap. Dilansir Okezone dari WebMD, Senin (24/2/2020), berikut ulasannya.
Batuk
Ketika selaput lendir pada saluran pernapasan mengalami iritasi, mereka akan mengeluarkan lebih banyak lendir. Bronkospasme dan peningkatan lendir diketahui dapat menyebabkan batuk. Warna lendirnya sendiri bisa jernih atau hitam tergantung pada derajat partikel yang terbakar dan terendap di paru-paru dan trakea.

Napas pendek
Gejala ini disebabkan oleh cedera langsung pada saluran pernapasan yang menyebabkan penurunan oksigen ke darah. Hal tersebut bisa jadi akibat kandungan bahan kimia dalam asap, sehingga sel di dalam tubuh tidak mampu memanfaatkan oksigen secara maksimal. Alhasil terjadilah kondisi napas pendek, atau kesulitan bernapas.
Suara serak
Asap kebakaran yang mengandung bahan kimia dapat mengiritasi pita suara, menyebabkan kejang, pembengkakan, dan penyempitan saluran udara bagian atas. Dalam arti lain, bila seseorang mengalami serak pada suaranya, maka kemungkinan besar dia telah mengalami gejala inhalasi asap.
Mata
Warna mata bisa menjadi kemerahan dan teriritasi karena asap. Dalam beberapa kasua, korena mata juga memiliki luka bakar.
Warna kulit
Seseorang yang menghalami inhalasi asap, warna kulit cenderung pucat kebiru-biruan. Ada juga yang memerah seperti warna ceri.
Jelaga
Jelaga atau butiran-butiran arang yang terhirup hingga lubang hidung atau tenggorokan dapat memberikan petunjuk tentang tingkat inhalasi asap. Menghirup terlalu banyak jelaga dapat menyebabkan lubang hidung dan hidung bengkak.
Sakit kepala

Pada kebanyakan kasus kebakaran, korban biasanya terpapar karbon monoksida dalam jumlah yang besar. Bahkan jika mereka tidak mengalami masalah pernapasan, karbon monoksida mungkin masih terhirup. Sakit kepala, mual, dan muntah adalah semua gejala keracunan karbon monoksida.
Perubahan status mental
Asfiksia kimia dan kadar oksigen yang rendah dapat menyebabkan perubahan status mental. Ciri-cirinya korban akan merasa kebingungan, pingsan, kejang, dan koma, itulah komplikasi potensial yang dapat dialami korban setelah menghirup asap kebakaran.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.