KORBAN tewas akibat Coronavirus Disease (COVID-19) jumlahnya terus meningkat. Tak ayal, Anda diminta untuk waspada melakukan pencegahan agar tidak tertular penyakit tersebut.
Berdasarkan laporan pada Selasa 18 Februari 2020, wabah COVID-19 sudah menelan korban jiwa di China, kurang lebih sebanyak 1873 orang. Sementara jumlah total kasus yang dikonfirmasi naik menjadi 73.332 kasus.

Virus korona menyerang sistem imunitas di tubuh manusia. Anda pun diminta untuk melindungi diri, agar tidak terinfeksi virus korona. Salah satunya dengan memperkuat antibodi, sehingga kebal terhadap serangan penyakit COVID-19.
Salah satu cara yang banyak dipilih seseorang untuk memperkuat sistem imunitas atau antibodi tubuh, dengan mengonsumsi suplemen tambahan. Berupa stimulan peningkat imunitas.
Sebagian besar dari kita biasanya meminum stimulan peningkat imunitas tubuh, ketika merasa tubuh sudah menunjukkan sinyal sakit. Selain itu, ada juga orang-orang yang memang memiliki kebiasaan rutin mengonsumsi suplemen tambahan, baik stimulan peningkat imunitas atau berbagai jenis vitamin.
Sebetulnya bolehkah stimulan peningkat imunitas ini dikonsumsi setiap hari? Bagaimana aturan standar yang aman?
Ahli Klinis Prof Dr dr Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, menjelaskan bahwa sebetulnya untuk konsumsi stimulan, dianjurkan saat kondisi badan sudah dirasa menurun.
“Untuk stimulan, salah satu yang bisa dianjurkan untuk kondisi sistem imun kita menurun," ujar Prof Iris, di forum diskusi Soho Global Health, "Cegah Corona dengan Perkuat Sistem Kekebalan Tubuh”, di Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).
Stimulan juga dapat dikonsumsi saat tubuh tak menunjukkan sinyal sakit. Khususnya ketika hendak bepergian atau menghadapi keramaian banyak orang.
"Banyak orang dan menghadapi berbagai penyakit yang berkumpul, ya harus siap sedia,” imbuhnya.
Sebagai penunjang, stimulan peningkat imunitas tubuh pada dasarnya. disebutkan tidak masalah jika dikonsumsi rutin setiap hari. Namun, Prof Iris menegaskan, hal ini dilakukan dengan catatan tetap harus ada catatan jangka waktunya.
“Sebetulnya (minum) setiap hari boleh, semua ada waktunya sebulan atau dua bulan. Tergantung kebutuhan, lihat dulu kondisinya," katanya.
"Misal lagi kerja, capek banget dari pagi sampai malam ada saatnya dia butuh. Kasih saja untuk jangka waktu misalnya dua minggu,” pungkas Ketua Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia dan Guru Besar UI ini singkat.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.