Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyiapkan empat langkah strategis guna membangun dan memajukan pariwisata di daerah.
Keempat langkah tersebut dipaparkan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Angela Tanoesoedibjo saat rapat kerja dengan Komite III DPD RI di Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

"Pertama, berkaitan dengan safety issue, bagaimana wilayah-wilayah harus aman untuk para wisatawan. Mitigasi bencana harus ada dan kita harus siap, karena kita sudah punya mapping-nya," ujar Angela.
Kedua, terang Angela, peningkatan kebersihan. Sarana dan prasarana umum seperti toilet harus bersih, sehingga wisatawan yang datang merasa nyaman.
"Ketika kita membangun sesuatu, manajemennya juga harus diperhatikan. Jangan bangun terus rusak, tapi di-maintain sehingga bisa long lasting," tambah peraih gelar Master of Commerce dari University of New South Wales itu.
Ketiga, yaitu dengan mempercepat penyusunan Rencana Induk Pariwisata Nasional Terpadu (Ripandu) sehingga bisa segera diimplementasikan.
"Kami akan mengerjakan Ripandu, yaitu masterplan pariwisata secara nasional. Ini sifatnya long term, tetapi sangat implementatif," tutur Angela.
Kempat, membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di sektor pariwisata.
"Kita membangun SDM dengan berbagai cara. Dengan politeknik, dengan kerja sama prodi, sertifikasi, training-training dan sebagainya," ungkap Angela.
Angela menambahkan, pembangunan pariwisata di daerah akan diselaraskan dengan kearifan budaya lokal. Oleh karena itu rapat kerja dengan DPD dirasa penting agar benar-benar bisa memahami kondisi di setiap daerah.
"DPD sangat mewakili daerah-daerah, 34 provinsi. Mendengarkan-aspirasi dari kawan-kawan ini sangat penting, sehingga kami dalam mengembangkan pariwisata selaras dengan keinginan masyarakat setempat, dilandasi dengan kearifan budaya lokal," katanya.