Lontong Cap Go Meh memiliki sejarah yang panjang, berasal dari zaman Sam Po Kong atau yang lebih dikenal sebagai Laksamana Zheng He. Kala itu ia pertama kali menginjakkan kaki di Semarang, Jawa Tengah.
Waktu itu Zheng He mengadakan kompetisi untuk merayakan Cap Go Meh. Kompetisi itu yakni siapa saja orang yang bisa membuat sup terbaik pada hari keberuntungan tersebut, maka ia pemenangnya.
Merangkum dari lama resmi Wonderfull Indonesia, Sabtu (8/2/2020), ketika kabar kompetisi tersebut menyebar, seorang kepala desa setempat (datuk) memutuskan untuk bergabung meskipun waktunya sangat mendesak. Ia memasak segala sesuatu yang tersedia di dekatnya dan menciptakan sup versinya.
Sam Po Kong pun akhirnya mencicipi sup yang dibuat oleh para peserta yang datang dari seluruh wilayah. Ketika pengumuman hampir selesai, sang Datuk menanyakan perihal rasa sup yang dibuatnya.
Sam Po Kong kemudian meminta salah satu pasukannya untuk mendaftarkan masakan Datuk sebagai “Luang Tang Shiwu Ming”.

lIlustrasi. Foto: Istimewa
Dalam dialek Hokkian, para pasukan menyebutkan “Luang Tang Shiwu Ming” menjadi “Luan Dang Cap Go Mia” yang diteriakkan dengan keras. Datuk dan peserta lainnya kemudian berasumsi bahwa Sam Po Kong menamakan sup itu dengan nama “Lontong Cap Go Meh” karena hidangan tersebut memang mengandung lontong sebagai salah satu hidangan utamanya.