Sekira 6.000 penumpang terperangkap di dalam kapal pesiar saat liburan. Diduga dua penumpang terinfeksi virus korona Wuhan.
Berita ini menghebohkan publik, karena proses penularan penyakit di kapal pesiar bisa terjadi cepat. Dua penumpang, yang merupakan pasangan suami istri asal China itu, harus menjalani pemeriksaan intens, yang dilakukan tim medis dari Rome's Lazzaro Spallanzani National Institute for Infectious Diseases.
Dinyatakan bahwa dua penumpang kapal pesiar itu, tidak mengalami infeksi virus korona. Melainkan mereka mengalami flu biasa, menurut laporan USA Today.
Sebabnya, WN China ini mengeluhkan demam, batuk dan sulit bernapas. Setelah itu, mereka dibawa ke ruang khusus, kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Nah, dari itulah diketahui bahwa mereka hanya mengalami flu.

Setelah muncul keluhan itu, seluruh penumpang terperangkap di dalam kapal pesiar. Karena pihak pengelola tidak mengizinkan mereka turun dengan alasan keamanan.
Namun, dengan adanya penetapan bahwa WN China tersebut tidak terinfeksi virus korona Wuhan, sekira 6.000 kini bisa turun dengan selamat.
Kapal ini sebelumnya sudah berlayar mulai dari Marseilles di Perancis, lalu ke Spanyol, dan Palma de Mallorca. Rencananya kapal ini akan berlabuh di Civitavechhia utara di Roma pada Kamis, 30 Januari 2020. Namun, pada akhirnya kapal ini bari bisa berlabuh hari ini, Jumat (31/1/2020).
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.