Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadiri Acara Cap Go Meh, Warga Diimbau Pakai Masker

Ade Putra , Jurnalis-Kamis, 30 Januari 2020 |19:36 WIB
Hadiri Acara Cap Go Meh, Warga Diimbau Pakai Masker
Festival Cap Go Meh (Foto: Ade Putra/ Okezone)
A
A
A

Rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2581 hingga Festival Cap Go Meh (CGM) 2020 kembali digelar di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Pada puncak Festival CGM Cap Go Meh 2020 yang akan digelar pada Sabtu, 8 Februari mendatang akan mengundang Presiden RI Joko Widodo dan jajaran Menteri Kabinet pemerintah pusat.

Namun berbeda pada puncak Festival Cap Go Meh pada tahun sebelumnya, pada tahun ini pihak panitia bekerja lebih ekstra dalam hal keamanan kesehatan. Terutama dalam hal mengantisipasi masuknya virus korona bersama ribuan warga yang akan datang menghadiri even tahunan itu.

 Festival Cap Go Meh

Festival CGM di Singkawang bukan lagi sebatas acara kebudayaan masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat. Kegiatan ini telah menjadi daya tarik pariwisata tahunan dan unggulan di Indonesia.

Wisatawan mancanegara seperti dari Malaysia, Singapura, Taiwan bahkan daratan Cina hampir setiap tahun ikut hadir melihat gelaran budaya CGM di kota yang dijuluki Seribu Kelenteng ini.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Bujang Syukrie mengatakan, hampir setiap tahun puncak Festival CGM disaksikan puluhan ribu masyarakat dari seluruh Kalbar, berbagai daerah di Indonesia hingga wisatawan mancanegara. Bahkan tahun lalu saja jumlahnya tembus 76 ribu lebih jiwa yang menghadiri Festival CGM ini.

"Tahun ini kita memang sudah mempersiapkan antisipasi keamanan kesehatan. Khususnya pencegahan masuknya virus korona Wuhan ke Kalbar di acara Cap Go Meh 2020 nanti," kata Bujang kepada wartawan, Kamis (30/1/2010).

Diakui dia, berbagai langkah antisipasi dan pencegahan telah dilakukan sejak awal jelang hari Tahun Baru Imlek 2571 yang jatuh pada 25 Januari 2020 lalu. Mulai dari rapat dengan instansi terkait baik di tingkat Kota Singkawang dengan Pemerintah Provinsi Kalbar, dalam rangka pencegahan masuknya virus korona ke Kalbar saat rangkaian perayaan Imlek hingga puncak Festival CGM 2020.

Langkah antisipasi itu, jelas dia, dengan memperketat pintu-pintu masuk Kalbar baik di bandara, pelabuhan dan pintu perbatasan. Di pintu-pintu ini dilengkapi dengan thermoscanner atau alat pengukur suhu tubuh.

"Bagi orang luar yang memiliki suhu badan tinggi dilarang masuk, dan bila WNI bersuhu badan tinggi akan dirawat," jelas dia.

Pihaknya juga telah mengantisipasi dengan berbagai penyediaan fasilitas kesehatan. Seperti rumah sakit dan fasilitas karantina bagi pasien yang suspek atau terduga terpapar virus korona Wuhan.

Bujang menambahkan, pihak panitia juga telah melakukan himbauan ke warga Kalbar yang akan hadir, tetap melakukan tindakan pencegahan, dengan menggunakan masker secara pribadi saat ikut meramaikan acara Cap Go Meh 2020.

"Jadi silahkan tetap hadiri dan meramaikan perayaan Cap Go Meh 2020 di Kota Singkawang, panitia dan pemerintah daerah sudah mengambil langkah-langkah antisipasi sangat baik," terangnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement