Buntut dari wabah Virus Korona Wuhan (2019-nCoV), ribuan wisatawan China membatalkan rencana liburan mereka ke Bali, Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah China yang melarang warganya untuk meninggalkan negara, hingga waktu yang belum ditentukan.
Dampak dari kebijakan tersebut membuat jumlah kunjungan wisatawan asing di Bali menurun drastis. Padahal, sebelum merebaknya kasus Virus Korona Wuhan, Bali menjadi salah satu destinasi wisata yang paling diburu oleh wisatawan China.

Data BPS tahun 2019 lalu menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan China di Bali berhasil menyentuh angka 1.185 juta wisatawan.
"Kemarin (27 Januari) pemerintah China mengeluarkan surat ederan untuk warganya, agar tidak pergi ke luar negeri. Alhasil, banyak terjadi cancellation (pembatalan)," terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa saat dihubungi Okezone via sambungan telepon.
Menurut laporan yang diterima Astawa, pada perayaan Imlek pekan lalu, lebih dari 9.000 wisatawan China melalukan pembatalan paket wisata yang telah mereka pesan dari jauh-jauh hari.