Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Singkat Barongsai di Indonesia, Masuk Pada Abad Ke-17

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Sabtu, 25 Januari 2020 |09:28 WIB
Sejarah Singkat Barongsai di Indonesia, Masuk Pada Abad Ke-17
Ilustrasi. Foto: Reuters
A
A
A

ADA banyak sekali tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa untuk memeriahkan suasana Hari Raya Imlek. Salah satunya dengan menggelar atraksi barongsai. Secara umum, ini adalah tarian tradisional asal Tiongkok yang menggunakan atribut menyerupai singa.

Barongsai memiliki sejarah yang panjang, bahkan hingga ribuan tahun lalu. Dikutip dari laman Tionghoa.info pada Sabtu (25/1/2020), catatan pertama tentang tarian ini bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar abad ketiga sebelum masehi.

Kesenian barongsai diperkirakan baru masuk di Indonesia pada abad ke-17, tepatnya ketika terjadi migrasi besar-besaran dari Tiongkok Selatan. Barongsai di Indonesia mengalami masa kejayaannya ketika masih adanya perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan.

 

Barongsai Ancol Dimas Okezone

Kala itu, setiap perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan di berbagai daerah di Indonesia hampir dipastikan memiliki suatu perkumpulan barongsai. Perkembangan barongsai kemudian berhenti pada tahun 1965 setelah meletusnya Gerakan 30 S/PKI. Karena situasi politik pada masa itu tidak kondusif, segala macam bentuk kebudayaan Tionghoa di Indonesia dilarang.

 

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Pada zaman Pemerintahan Soeharto, barongsai juga sempat tidak diizinkan untuk dimainkan. Satu-satunya tempat di Indonesia yang bisa menampilkan barongsai secara besar-besaran adalah di Kota Semarang, tepatnya di panggung besar kelenteng Sam Poo Kong atau dikenal juga dengan Kelenteng Gedong Batu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement