Seperti di Yayasan Fab Zhu Kung. Kata Tjhai Chui Mie, ada sekitar 1.400 angpao yang dibagikan ke anak-anak yang usianya di bawah 10 tahun. Berebut? Sudah pasti. Pantauan Okezone, tampak warga berdesakkan memasuki vihara Yayasan Fab Zhu Kung, lokasi pembagian angpao. Terutama anak-anak. Panitia pun terpaksa memberikan pengamanan dengan cara pagar betis.
"Pada intinya, ini kita lakukan sebagai bentuk berbagi kasih kepada masyarakat yang merayakan Imlek," tuturnya.

Istilah angpao dalam kamus berbahasa Mandarin didefinisikan sebagai uang yang dibungkus dalam kemasan merah. Namun, makna angpao sebenarnya bukan hanya sekedar perayaan tahun baru Imlek semata. Karena angpao melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik. Sehingga angpao juga ada di dalam beberapa perhelatan penting atau perayaan lainnya. Seperti pesta pernikahan, hari ulang tahun, syukuran naik rumah baru dan lain-lain yang bersifat suka cita.
Juga termasuk memberi bonus kepada pemain barongsai, beramal kepada guru religius atau tempat ibadah, hadiah atau uang bonus yang diberikan kepada pembeli oleh penjual karena telah membeli produknya dan lainnya.

Pada pesta pernikahan, pasangan yang menikah biasanya diberi angpao oleh anggota keluarga yang lebih tua dan para undangan. Masyarakat yang masih teguh memegang budaya tradisional juga menggunakan angpou untuk membayar guru dan dokter.
Warna merah angpao melambangkan ungkapan semoga beruntung dan mengusir energi negatif. Oleh sebab itu, angpao tidak diberikan sebagai ungkapan berbelasungkawa karena akan dianggap si pemberi bersukacita atas musibah yang terjadi di keluarga tersebut.