KASUS pneumonia yang melanda China kembali memakan korban jiwa. Pihak setempat mengatakan seorang lelaki berusia 69 tahun yang meninggal pada Rabu 15 Januari 2020 di Wuhan, pusat kota di China karena wabah tersebut.
Wuhan pun dipercaya sebagai pusat penyebaran virus korona, dan berasal dari keluarga yang sama dari virus patogen penyebab (Serve Acute Respiratory Syndrome) SARS yang mematikan.
Wabah itu menjadi sebuah alarm yang dikaitkan dengan SARS yang telah membunuh 349 orang di China dan 299 orang di Hong Kong pada 2002-2003. Saat ini, terdapat 41 orang telah terkena pneumonia jenis baru ini.

Situasi ini menyebabkan pimpinan di Hong Kong melakukan langkah-langkah deteksi, termasuk pemeriksaan suhu kepada setiap pelancong yang masuk ke negara tersebut. Komisi Kesehatan Wuhan mengatakan bahwa 12 orang telah ditemukan dan dipulangkan ke rumah sakit, sementara lima orang lainnya masih dalam kondisi yang serius.
Sebagaimana dilansir dari Bangkok Post, Jumat (17/1/2020), pria yang meninggal dunia tersebut telah jatuh sakit sejak 31 Desember 2019. Kondisi pria tersebut semakin memburuk lima hari kemudian dengan tuberculosis (TB) paru dan beberapa fungsi organ rusak.
Nasib malang tidak hanya dialami oleh pria tersebut. Dua kasus lainnya juga telah terdeteksi di Thailand dan Jepang. Manajer kesehatan dari kedua negara tersebut mengatakan bahwa kedua pasien tersebut telah mengunjungi Wuhan sebelum dirawat di rumah sakit. Pihak berwenang di Wuhan pun mengatakan pasar makanan laut menjadi pusat penyebaran virus ini.
Sejauh ini, belum ada penularan virus dari manusia menuju manusia dari virus yang menyebar di Wuhan. Meski demikian, komisi kesehatan setempat mengaku hal ini tidak boleh dianggap remeh.

Seorang dokter dari World Health Organization (WHO) tidak terkejut apabila penularan virus bisa terjadi antara manusia dengan manusia. Terutama bagi keluarga yang memiliki hubungan dekat satu sama lain.
Komisi kesehatan Wuhan mendapatkan seorang pria yang bekerja di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan. Namun istrinya telah didiagnosis menderita penyakit tersebut, meskipun tidak ada riwayat terdampak dalam fasilitas tersebut.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) telah mengeluarkan peringatan ‘Awas’ tingkat 1 bagi para pelancong yang berkunjung ke Wuhan. Masyarakat diimbau untuk melakukan tindakan pencegahan normal dan menghindari kontak dengan hewan serta orang sakit.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.