3. Beranjak dari tren media sosial
Ketika Anda melihat feed Instagram, sangat mudah bagi Anda untuk masuk ke dalamnya dan perbandingan pola asuh setiap keluarga. Misalnya, melihat keluarga lain yang menikmati liburan, sementara Anda terjebak dengan balita yang rewel setiap harinya. Hal ini bisa saja mempengaruhi emosi dan semangat.
Meskipun sulit untuk tidak mengalami FOMO (Fear Of Missing Out) atau takut tertinggal, Anda harus mengganti ketergantungan media sosial, dengan membuat momen tertentu dengan anak, tanpa terpaku dengan media sosial.
4. Menormalkan kecemasan
Menurut Mashable pada tahun 2019, menjadi sedih dan tertekan tampaknya telah menjadi tren. Semua orang, bahkan anak-anak didorong untuk berbicara secara terbuka tentang kesehatan mental. Sebagai orangtua, Anda bisa melakukan pendekatan secara langsung untuk menormalkan kecemasan, serta beban pikiran dimiliki anak.
5. Waktu bermain
Tren gaya pengasuhan 2020 yang lain adalah pendekatan langsung, yang menyangkut terhadap tingkat kreativitas dan pendidikan. Saat ini, budaya Do It Yourself (DIY) sedang marak berkembang. Bahkan di sekolah, hal ini dimasukkan ke dalam kurikulum mereka. Para orangtua tentu saja harus mengetahui minat dan bakat sang anak, dengan tujuan untuk mengembangkan dan mengontrol apa yang disukai anak.
6. Tren baby blues
Bagi ibu yang baru melahirkan, umumnya timbul kecemasan-kecemasan terutama dengan bentuk badan yang berubah pascapersalinan atau psotpartum. Hal buruk itu disebut dengan baby blues.
Para ibu ada yang mengalami depresi karena baby blue. Nah, di tahun ini Anda harus menghilangkan tren baby blues, dengan melihat sisi positif, menanamkan rasa percaya diri dan cara-cara lainnya.